Jelang Perilisan di AS, 'Pabrik Gula' Tembus 3 Juta Penonton dan Kantongi Cuan $7 Juta
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 01:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Horor Indonesia punya juara box office baru. Pabrik Gula , film terbaru yang menggetarkan hati dari salah satu, maestro genre ini, Awi Suryadi , resmi mengklaim mahkota sebagai film terlaris di Indonesia tahun 2025, meraup pendapatan domestik sebesar 7 juta dolar AS. Sedangkan untuk jumlah penonton, akun resmi Instagram film ini telah mencatat angka 3 juta ++ pada Rabu (9/4) malam.
Dari Variety, thriller supernatural yang didukung oleh MD Pictures dalam kemitraan dengan EST Studios dan N8 Studios ini telah memukau penonton Asia Tenggara dengan visualnya yang memukau, narasi yang sarat cerita rakyat, dan ketakutan yang tak henti-hentinya. Terinspirasi dari legenda lokal, kisah menegangkan ini mengikuti para pekerja musiman yang terjebak di pabrik gula tua angker di pedesaan Jawa, tempat mereka bertarung melawan entitas supernatural yang jahat.
"Kesuksesan besar 'Pabrik Gula' membuktikan bahwa penonton haus akan horor yang berakar pada budaya," kata Manoj Punjabi, CEO MD Pictures.
"Ini lebih dari sekadar tonggak sejarah box office — ini adalah pernyataan bahwa cerita Indonesia layak berada di panggung dunia."
Film ini meroket hanya dalam beberapa minggu sebelum debut teaternya di Amerika Serikat pada tanggal 18 April, setelah pemutaran perdana di AMC The Grove di Los Angeles pada tanggal 26 Maret. Acara karpet merah tersebut menarik banyak penggemar film horor Hollywood dan selebritas, termasuk penulis naskah waralaba "The Conjuring" Carey W. Hayes, Tara Reid ("American Pie"), Colton Tran ("The Sex Lives of College Girls"), dan aktor "1923" Sebastien Roché. Konsul Jenderal Indonesia, Purnomo Ahmad Chandra, juga menghadiri acara tersebut, yang menyoroti pentingnya film tersebut secara budaya dan diplomatik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ditetapkan untuk dirilis secara luas di bioskop-bioskop Amerika, "Pabrik Gula" bertujuan untuk bergabung dengan jajaran film horor internasional yang sukses seperti "The Ring," "Train to Busan," dan "Hereditary," dengan memberikan sentuhan khas Asia Tenggara pada konvensi paling mengerikan dari genre tersebut.
Awi, yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sutradara film bergenre paling andal di Indonesia, termasuk film terlaris sepanjang masa, “KKN di Desa Penari,” menggarisbawahi pentingnya menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan cerita kontemporer: “Horor itu universal, tetapi cerita yang kami ceritakan berakar pada tanah air, ketakutan, dan mitos kami. Itulah yang membuat 'Pabrik Gula' berbeda — film ini sangat Indonesia, tetapi juga sangat manusiawi.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!