Wapres Sara Duterte Kembali ke Manila
📅 Selasa, 08 Apr 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JAM STA ROSA
MANILA - Wakil Presiden Filipina yang dimakzulkan, Sara Duterte, telah kembali ke tanah airnya setelah hampir sebulan berada di sisi ayahnya di Den Haag, tempat ia menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal itu diungkapkan oleh tim humas Sara Duterte pada Senin (7/4).
"Tugas saya di sini sudah selesai," kata Wapres Duterte kepada wartawan sebelum keberangkatannya, seraya mengatakan tim hukum mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte kini sudah siap dan ia telah menyerahkan dokumen terakhir yang dibutuhkan ke Mahkamah Kriminal Internasional.
Wapres Duterte pun menambahkan bahwa keluarganya tidak lagi berniat mencari bantuan keuangan untuk membiayai pembelaan ayahnya. "Jika kami perlu (menjual) barang-barang untuk memenuhi kebutuhan keuangan kami, kami akan melakukannya," kata dia.
Rodrigo Duterte ditangkap pada 11 Maret lalu dan segera dibawa ke pengadilan di Belanda pada hari yang sama untuk menghadapi dakwaan terkait kampanye perang melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang, yang sebagian besar adalah orang miskin.
Putrinya, Sara, segera menyusulnya ke Den Haag dan telah mengkoordinasikan urusan hukumnya serta bertindak sebagai corongnya, dengan mengadakan sejumlah konferensi pers di luar gedung pengadilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sara Duterte akan tiba di bandara internasional Manila pada Minggu malam, menurut tim komunikasinya.
Wakil presiden kembali karena Partai PDP Laban yang dipimpin keluarganya, tertinggal dalam jajak pendapat menjelang pemilihan sela bulan Mei mendatang yang akan menentukan 12 kursi Senat dan ribuan posisi yang lebih kecil di seluruh negara kepulauan berpenduduk 117 juta jiwa itu.
Klan Duterte terlibat dalam perseteruan sengit dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr, mantan sekutu Sara Duterte dalam kampanye pilpres 2022 dimana mereka menangkan pesta demokrasi itu secara telak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keretakan dalam aliansi mereka yang berumur pendek muncul segera setelah mereka menang, ketika Duterte diberi portofolio menteri pendidikan setelah melobi untuk mengetuai kementerian pertahanan. Semenjak itu, perseteruan yang membara telah meledak menjadi perang terbuka, di mana kedua keluarga dinasti politik saling menyerang di depan umum, termasuk komentar Rodrigo Duterte yang menuding Marcos Jr sebagai pecandu narkoba.
Sara Duterte dimakzulkan oleh DPR pada awal Februari karena pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, dan kejahatan tinggi lainnya. Di antara tuduhan tersebut adalah dugaan rencana pembunuhan terhadap Marcos Jr yang dikaitkan dengan komentar publik yang ia anggap sebagai luapan rasa frustasi terhadap kebijakan pemerintah.
Sementara itu sidang Senat terhadapnya akan diadakan setelah pemilihan sela tanggal 12 Mei, yang hasilnya akan menentukan siapa yang akan menjadi jurinya.
Jika terbukti bersalah, Wakil Presiden Filipina itu akan dilarang memegang jabatan publik. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!