Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Saham Tertekan, IHSG Terseret Sentimen Negatif Tarif Resiprokal AS

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 17:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Saham Tertekan, IHSG Terseret Sentimen Negatif Tarif Resiprokal AS Doc: ANTARA FOTO/Bayu Pratama
Ket. Pengunjung berjalan didekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025).

JAKARTA - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan usai libur panjang Lebaran 2025. Pasar cemas terhadap potensi perang dagang, menyusul kebijakan tarif resiprokal dari pemerintah Amerika Serikat (AS). 

Bahkan, dalam perdagangan sesi pertama tadi, IHSG sempat anjlok hingga 8 persen sehingga membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau trading trading halt pada jam 09.00. 

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/4) sore, ditutup melemah dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup melemah 514,48 poin atau 7,90 persen ke posisi 5.996,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 66,74 poin atau 9,09 persen ke posisi 677,77.

“IHSG terkena trading halt. Pasar dikejutkan kebijakan pemerintah AS yang mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada Rabu (02/04), dimana Indonesia terkena tarif sebesar 32 persen,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Selasa.

Maximilianus menuturkan kebijakan tarif impor oleh AS membuat pelaku pasar khawatir akan terjadi perlambatan ekonomi global dan berimbas ke ekonomi dalam negeri, sehingga dikhawatirkan potensi munculnya perlambatan ekonomi yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap pemutusan hubungan pekerjaan.

Pelaku pasar menantikan keputusan hasil negosiasi dan sikap pemerintah terkait perkembangan dinamika soal tarif resiprokal oleh AS, yang akan meredakan kecemasan pasar.

Sentimen membaik pasar yaitu setelah Trump mengisyaratkan keinginan untuk terlibat dalam pembicaraan perdagangan dengan mitra utama, yang memicu harapan untuk meredakan ketegangan perdagangan global.

Seiring dengan itu, ketegangan perdagangan AS dengan China tetap tinggi setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen pada impor China.

Sebagai tanggapan, China berjanji akan melakukan pembalasan lebih lanjut, dengan memperingatkan akan berjuang sampai akhir untuk mempertahankan kepentingannya. China mengumumkan tarif sebesar 34 persen pada semua impor AS mulai Kamis, yang mencerminkan langkah terbaru Washington.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 11,12 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang masing- masing turun sebesar 10,18 persen dan 8,80 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOSS, CTBN, NETV, IPAC dan LINKJ. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MTFN, PANI, INCO, AREA dan RAJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.423.900 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,33 miliar lembar saham senilai Rp20,97 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 710 saham menurun, dan 215 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSIM Yogyakarta Bertekad Ak...
Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.