Richard Chamberlain, Aktor Pujaan Era 1960-an Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
📅 Selasa, 01 Apr 2025, 13:13 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC/Getty
NEW YORK - Richard Chamberlain, aktor nominasi Emmy Awards dan pujaan hati era 1960-an yang melejit ke puncak ketenaran lewat drama medis televisi "Dr. Kildare" serta serial mini "Shogun" dan "The Thorn Birds" meninggal dunia pada usia 90 tahun.
Chamberlain meninggal pada Sabtu (30/3) malam di Hawaii karena komplikasi stroke, kata PR independen, Harlan Boll, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (31/3).
Chamberlain menjadi terkenal dan menjadi idola remaja saat memerankan Dr. James Kildare yang tampan dalam serial yang ditayangkan dari tahun 1961-1966.
Surat kabar The Guardian mengatakan aktor yang saat itu berusia 27 tahun itu "tampak seperti dipahat oleh dewa yang penuh kasih dari mentega, madu, dan keanggunan."
Awal kariernya enam dekade yang mencakup teater, film, dan televisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chamberlain dijuluki "raja serial mini" setelah tampil dalam beberapa drama TV pada tahun 1980-an dan mendapatkan pujian di panggung dalam peran mulai dari Profesor Henry Higgins dalam "My Fair Lady" dan Kapten von Trapp dalam "The Sound of Music" hingga Hamlet dan Richard II karya Shakespeare.
Ia juga merupakan Jason Bourne yang asli dalam mini seri tahun 1988 “The Bourne Identity.”
"Yang menarik dari Richard adalah jangkauannya yang sangat luas. Kemampuannya untuk tampil beda setiap kali tampil adalah hal yang membuatnya menjadi aset yang sangat berharga," kata produser Susan Baerwald kepada New York Times pada tahun 1988.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktor serba bisa ini dinominasikan untuk empat Emmy Awards, sebagai navigator Inggris di Jepang abad ke-17 dalam film "Shogun" (1981), seorang pendeta yang dilanda cinta dalam film "The Thorn Birds" (1983), diplomat Swedia Raoul Wallenberg dalam film "Wallenberg: A Hero's Story" (1985) dan untuk peran utama dalam film TV tahun 1975 "The Count of Monte-Cristo."
Sebagian besar perannya sebagai pemeran utama pria romantis, itulah sebabnya ia tidak mengungkapkan secara terbuka bahwa ia seorang homoseksual hingga ia berusia 68 tahun. Ia takut itu akan menghancurkan kariernya.
Hampir sepanjang hidupnya, ia menjadi orang lain. “Ketika Anda tumbuh di era 30-an, 40-an, dan 50-an menjadi gay, itu bukan hanya tidak mudah, tetapi juga mustahil,” katanya kepada New York Times pada tahun 2014.
“Saya berasumsi ada sesuatu yang sangat salah dengan diri saya. Dan bahkan menjadi terkenal dan sebagainya, itu masih ada.”
Chamberlain mengatakan merasa sangat lega setelah mengakui seksualitasnya dalam otobiografinya tahun 2003 “Shattered Love: A Memoir”.
"Saya tidak takut lagi," katanya dalam sebuah wawancara tahun 2019. "Itu adalah pengalaman yang luar biasa. Orang-orangnya terbuka, ramah, dan baik hati."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!