Gempa Myanmar, Laksana Kiamat Kecil
📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 15:00 WIB | Oleh: SujarDaryono juga menjelaskan Bangkok turut mengalami kerusakan parah akibat gempa dikarenakan efek vibrasi periode panjang, yang mana gelombang gempa yang sumbernya jauh direspon tanah lunak di Bangkok dan membentuk resonansi.
Kemungkinan kedua rusaknya bangunan di Bangkok, lanjut Daryono, disebabkan oleh efek direktivitas yakni efek yang terjadi ketika energi gempa terfokus dalam satu arah. Efek itu dapat terjadi pada gempa bumi. Semakin tinggi direktivitas, semakin terkonsentrasi energi dalam satu arah.
Hingga kini sejumlah negara sahabat di Asia Tenggara termasuk Indonesia menyampaikan belasungkawa atas bencana alam yang menimpa Myanmar dan Thailand itu. Presiden RI Prabowo Subianto dalam akun resminya di media sosial X menyatakan Indonesia siap memberikan dukungan untuk pemulihan bencana gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar dan Thailand itu.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar dan Thailand. Pikiran dan doa kami bersama rakyat kedua negara pada masa sulit ini. Indonesia siap untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk upaya pemulihan di daerah-daerah yang terkena dampak," tulis Presiden Prabowo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!