Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akhir 2025 Wilayah Jakut Ditargetkan Pemkot Tak Ada Lagi BABS

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 19:57 WIB | Oleh:
Akhir 2025 Wilayah Jakut Ditargetkan Pemkot Tak Ada Lagi BABS Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Pemasangan tangki septik atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Pondok Labu untuk mewujudkan Jakarta Selatan sebagai kawasan bebas BAB sembarangan, Jakarta, Selasa (18/3).

JAKARTA - Pemerintah Jakarta Utara menargetkan wilayahnya tidak ada lagi kasus  buang air besar sembarangan (BABS) atau terbebas 100 persen pada akhir tahun 2025.

"Kita berharap bisa 100 persen," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dr Lysbeth Regina Pandjaitan di Jakarta, Rabu (26/3).

Ia mengatakan saat ini  kelurahan di Jakarta Utara yang terbebas dari kasus buang air besar sembarangan mencapai 87 persen atau sudah 27 dari 31 kelurahan.

Pada hari ini ada sembilan kelurahan yang mendeklarasikan stop BABS yakni Kelurahan Kamal Muara, Pejagalan, Tanjung Priok, Kebon Bawang, Koja, Lagoa, Semper Timur, Rorotan, dan Kelurahan Sukapura.

"Deklarasi hari ini, menjadikan kita menempati peringkat ke empat se-DKI Jakarta,"kata dia.

Lysbeth menambahkan percepatan pencapaian stop BABS ini berdasarkan surat edaran dari Kemendagri RI Nomor 600.10.3/8931/Bangda pada 11 Agustus 2023.

Kemudian berdasarkan data per Maret 2025 capaian Stop BABS di Jakarta untuk Kabupaten Kepulauan Seribu sudah mencapai 100 persen, kota Jakarta Pusat 100 persen, Jakarta Selatan 98,46 persen, Jakarta Utara 58,6 persen, Jakarta Barat 42,86 persen, dan Jakarta Timur 36,92 persen.

Menurut dia praktik BABS masih menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan sanitasi yang layak.

Ia menilai perilaku ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada berbagai penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan stunting.

"Mudah-mudahan dengan komitmen ini bisa kita jaga bersama, dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

Sebelumnya Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan melalui deklarasi ini pemerintah dan warga Jakarta Utara bersama sama berkomitmen untuk mengakhiri kebiasaan BABS dan mendorong masyarakat untuk memiliki akses ke jamban sehat.

"Semoga tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan. Mari kita jadikan Jakarta Utara sebagai kota sehat, bebas dari penyakit yang ditularkan melalui lingkungan yang tidak higienis," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.