Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RSUI Luncurkan Layanan Terapi Sel Punca untuk Masalah Tulang dan Sendi

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 23:30 WIB | Oleh:
RSUI Luncurkan Layanan Terapi Sel Punca untuk Masalah Tulang dan Sendi Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan layanan terapi sel punca orthopaedi untuk mengobati masalah tulang dan sendi.

DEPOK - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) resmi membuka layanan terapi sel punca orthopaedi untuk pasien dengan gangguan musculoskeletal antara lain nyeri tulang belakang, sendi, maupun masalah degeneratif tulang lainnya seperti kerusakan dan penurunan fungsi secara bertahap.

"Stem cell (sel punca) ini menjadi salah satu bidang penelitian maupun pelayanan medis yang telah berkembang dan sangat menjanjikan dan terobosan ini merupakan harapan baru untuk pengobatan yang saat ini mungkin sangat sulit," kata Direktur Utama RSUI dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subps.Obginsos saat peluncuran di RSUI, Depok, Selasa.

Sel punca atau stem cell merupakan sel yang belum terspesialisasi sehingga memiliki kemampuan berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh lain dengan fungsi yang spesifik. Dalam dunia medis, terapi sel punca digunakan untuk membantu memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak akibat penyakit atau cedera.

Layanan terapi sel punca orthopaedi ini merupakan hasil pengembangan penelitian berbasis layanan kolaborasi antara RSUI dengan Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi konsultan tulang belakang dr. Rahyussalim, Sp.OT(K) menjelaskan, terapi sel punca bisa meregenerasi jaringan yang rusak di tulang, sendi, otot, dan saraf akibat penyakit maupun cedera. Ia menambahkan, terapi ini bisa dijalani oleh pasien dari semua umur.

Rahyussalim mengatakan, frekuensi terapi sel punca berbeda-beda tergantung kerusakan yang dialami pasien. Untuk kerusakan parah memerlukan tiga sampai empat kali terapi untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, sedangkan untuk kerusakan ringan, cukup mendapatkan satu kali tindakan agar bisa pulih.

Ke depan, penelitian lebih lanjut akan dilakukan RSUI untuk mengembangkan terapi sel punca untuk berbagai bidang spesialisasi seperti dermatologi, neurologi, telinga hidung tenggorokan (THT), bedah plastik, penyakit dalam, hingga jantung.

"Secara detail, nanti akan ada penelitian-penelitian yang akan dikerjakan untuk memetakan ini," kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Layanan Sel Punca RSCM itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.