Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sumsel Sinkronisasi Tata Ruang Jalan Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 03:35 WIB | Oleh:
Pemprov Sumsel Sinkronisasi Tata Ruang Jalan Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat Doc: ANTARA/HO-Pemprov Sumsel
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra.

PALEMBANG - Ambisi Sumatera Selatan untuk memiliki gerbang logistik samudera yang terintegrasi kini memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan komitmen penuh untuk menyelaraskan tata ruang guna mempercepat pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. 

Sekda Sumsel Edward Candra dalam keterangan tertulis diterima di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan terhadap percepatan proyek tersebut.

Pemprov Sumsel siap mendukung sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.

Pelabuhan itu memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama Sumatera Selatan dan simpul konektivitas ekspor impor regional.

"Integrasi pelabuhan dengan jaringan jalan tol akan memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, dan memperkuat daya saing investasi daerah," katanya.

Selain itu, proyek tersebut memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari meningkatnya investasi, terbuka lapangan kerja baru, tumbuh kawasan industri, hingga mendorong hilirisasi komoditas unggulan Sumsel.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan proyek tersebut merupakan pengembangan lanjutan backbone Jalan Tol Trans Sumatera.

Ia menjelaskan akan dibangun interkoneksi jalan tol dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

Selain itu, ruas Palembang-Prabumulih juga akan diperpanjang sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim untuk mendukung akses menuju kawasan sumber daya alam dan distribusi komoditas.

“Total investasi pembangunan tol ini kurang lebih sekitar Rp26 triliun,” katanya.

Proyek jalan tol dan pelabuhan tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan konstruksi jalan tol dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.