Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Rehab Medik Menyarankan Latihan Batuk Efektif saat Pemulihan TBC

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Rehab Medik Menyarankan Latihan Batuk Efektif saat Pemulihan TBC Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi - Petugas kesehatan menunjukkan hasil rongtsen toraks paru saat pelaksanaan layanan keliling deteksi tuberkulosis (TBC) di UPT Pukesmas Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (1/12/2023).

JAKARTA– Ketua KSM Rehabilitasi Medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Dr. dr. Siti Chandra Widjanantie Sp.KFR mengatakan rehabilitasi pada saat pemulihan tuberkulosis (TBC) bisa dilakukan dengan melakukan latihan batuk efektif.

“Jadi, batuk efektif adalah membatukkan dengan metode huff cough, supaya mengeluarkan dulu naik ke atas, disapu dengan aliran udara, baru terakhir akan dibatukkan dengan kuat (cough). Kita mengenal itu, dari rehabilitasi sebagai batuk efektif,” kata Siti dalam webinar memperingati Hari Tuberkolosis, Selasa (25/3).

Latihan batuk efektif meliputi komponen organ seperti otot yang kuat untuk kontraksi, tarik napas dan buang napas, dan diafragma untuk mengeluarkan udara keluar. Latihan ini perlu dilakukan berulang supaya yang membuat gatal, iritasi atau lendir yang menempel di saluran pernapasan bisa keluar.

Siti mengatakan kemampuan membersihkan jalan napas ini sangat menentukan dari fungsi respirasi.

Batuk yang terus menerus karena ada iritasi di saluran napas sampai ke lumbung paru sampai jaringan paru, sehingga mengganggu mengeluarkan dahak dan metabolik yang ada dari infeksi TBC. Jika pasien bisa batuk dengan efisien, bisa memperbaiki jalur napas yang teriritasi.

“Kalau penumpuk jadi sesak, pengembangan paru juga bisa nggak optimal karena adanya proses infeksi, sehingga stiffening atau fibrosis itu menyebabkan jaringannya susah mengembang, pasiennya juga oksigenasinya kurang, jadi cepat lelah dan kualitasnya juga akan terganggu,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Siti mengatakan dokter dari rehabilitasi medik akan membantu pasien mengatur pernapasan agar paru-paru lebih rileks, mencari posisi nyaman, mengontrol napas supaya batuknya tidak terus menerus, dan membantu mengembangkan paru jika pasien sesak.

Ia juga mengajarkan pada pasien TBC untuk bisa mengontrol batuk, jika tidak perlu batuk maka pasien harus bisa menahan batuknya dengan menekan refleks batuk, namun jika batuk ingin mengeluarkan dahak maka seefisien mungkin untuk menarik dahak keluar dan dibatukkan dengan kekuatan coughing.

“Diharapkan pasien akan bisa mampu melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan lebih optimal, karena keluhan ini muncul dari mulai saat pasien sedang menjalani tata laksana terapi sampai dengan pasien terapi, dan batuk ini mungkin dianggap biasa saja, tapi makin ke depan tentunya akan sangat mengganggu,” kata Siti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.