Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inilah Rekomendasi Tepat Diet Sehat Selama Ramadan dan Lebaran

📅 Senin, 24 Mar 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inilah Rekomendasi Tepat Diet Sehat Selama Ramadan dan Lebaran Doc: ANTARA/Pexels/Mikhail Nilov

JAKARTA - Masalah pencernaan seperti dispepsia, yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, dapat terjadi ketika orang tidak mengatur pola makan saat mulai melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan menurut dr. Nur Aini Hanifiah, Sp.PD.

"Masalah puasa Ramadan itu terutama pada saat 10 hari pertama, itu meningkat drastis di masalah pencernaan, gejala-gejalanya, dan yang paling sering itu memang gejala dispepsia," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu dalam webinar yang diikuti dari Jakarta pada Senin (24/3).

"Kembung, mual, dan nyeri ulu hati itu masalah yang paling sering ditemukan pada saat kita praktik di klinik, terutama pada saat 10 hari pertama Ramadan," ia menambahkan.

Menurut dia, gangguan pencernaan semacam itu dapat terjadi karena penerapan pola makan yang kurang baik, seperti langsung makan banyak saat berbuka puasa setelah menahan lapar seharian.

"Padahal sebenarnya kan pencernaan selama sekitar 12 sampai 14 jam kita berpuasa itu sedang beristirahat. Pada saat berbuka sebenarnya tidak disarankan untuk langsung makan banyak atau makan yang berlebihan," kata dia.

Menurut dia, gejala masalah pencernaan yang muncul pada awal puasa bisa berkurang setelah tubuh beradaptasi.

"Karena sudah terbiasa berpuasa setelah 10 hari kedua, jadinya tubuh dan masyarakat sudah bisa menahan hawa nafsu, tidak bergejolak lagi untuk makan banyak, sehingga gejalanya mulai berkurang," ia menjelaskan.

Dokter Nur Aini menekankan pentingnya penerapan pola makan yang sehat untuk meminimalkan kemungkinan munculnya masalah pencernaan selama bulan puasa dan libur Lebaran.

Oleh karena itu, dia menyarankan penerapan pembatasan konsumsi makanan berlemak serta makanan dan minuman yang berpeluang menyebabkan masalah pencernaan selama Ramadan dan libur Hari Raya Idul Fitri.

"Sebenarnya dianjurkan bagi orang sehat pun, yang tidak punya kolesterol tinggi, seperti minyak itu sebenarnya sehari tuh hanya boleh dua sendok makan," kata dia.

"Usahakan makanan gorengan dan (makanan) berminyak, makanan yang mengandung lemak tinggi, itu dibatasi," ia menambahkan.

Ia juga mengemukakan perlunya mengendalikan diri agar tidak makan terlalu banyak selama pelaksanaan acara dan kegiatan pada bulan Ramadan dan libur Lebaran.

"Kita harus tahu kapasitas diri kita sendiri. Paling penting makan tuh tetap harus sesuai jam makannya, pagi, siang, malam, dan sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan. Itu tergantung berat badan masing-masing," ia menjelaskan.

Dokter Nur Aini menyampaikan pentingnya mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama bulan Ramadan dan libur Lebaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...
Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Megapolitan
Gubernur Pramono Lepas Pese...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.