Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akses Kerja Formal Dinilai Krusial Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga

📅 Senin, 02 Feb 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akses Kerja Formal Dinilai Krusial Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga Doc: Antara
Ket. Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu di salah satu pabrik di Kota Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Jakarta - Pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai akses dan perluasan pekerjaan formal sangat krusial bagi peningkatan dan keberlangsungan daya beli konsumsi rumah tangga masyarakat.

“Bicara soal keberlanjutan konsumsi ini juga harus dilihat sebagai upah dari kemampuan para masyarakat, pekerja khususnya, memiliki pekerjaan yang bersifat formal sehingga mendapatkan kepastian upah, jaminan sosial, jam kerja dan sebagainya,” kata Timboel saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/2).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara struktur, konsumsi rumah tangga masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total produk domestik bruto (PDB), yakni sebesar 53,14 persen pada triwulan III 2025.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi pendorong utama perekonomian dengan kontribusi sebesar 2,54 persen pada periode yang sama.

Namun, apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, konsumsi rumah tangga melambat baik secara tahunan (yoy) maupun kumulatif (ctc).

Timboel mengatakan, konsumsi rumah tangga salah satunya sangat bergantung pada pendapatan masyarakat. Jika akses pekerjaan formal diperluas, maka diharapkan masyarakat memiliki kepastian dan kualitas upah untuk kebutuhan hidupnya.

“Sementara, kalau (pekerja) informal itu tidak bisa untuk dijamin keberlanjutannya, keberlangsungannya, dan kualitas upahnya. Tapi pembukaan lapangan kerja informal lebih besar, memang faktanya juga pekerjaan yang lebih banyak itu 59 persen itu kan di sektor informal,” ujar Timboel.

Oleh karena itu, ia menilai pemerintah perlu melakukan intervensi langsung dalam upaya penciptaan lapangan kerja, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya beli dan optimisme masyarakat, hingga pengurangan tingkat pengangguran yang saat ini masih cukup menantang.

“Berdasarkan data BPS, jika (angka) pengangguran terbuka (7,28 juta orang) dan setengah menganggur (11,67 juta) ditambahkan, setidaknya para pencari kerja kita bisa mencapai hampir 19 juta orang. Dan bagi mereka, pendapatannya juga tidak jelas bahkan tidak punya pendapatan sama sekali,” kata Timboel.

“Nah, ini yang memang kembali harus diupayakan pembukaan lebih besar lagi dengan orientasi pada sektor formal, sehingga bisa memastikan kualitas upah, jaminan sosial, pelindungan, jam kerja dan sebagainya,” ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.