Serap Gabah Petani, Bulog Maksimalkan SPP Sragen
📅 Sabtu, 22 Mar 2025, 12:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
SRAGEN-Untuk meningkatkan penyerapan, Perum Bulog memaksimalkan operasional Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen hingga 120 ton gabah yang diproses per siklus selama puncak panen. Langkah itu untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
General Manager Unit Bisnis Industri Bulog Andy Nugroho mengatakan bahwa saat ini SPP Sragen beroperasi penuh dengan dua hingga tiga shift, mengingat kondisi panen raya yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
"Kapasitas pengeringan kita di SPP Sragen ada 120 ton per siklus, pengeringan padi. Dan untuk penggilingan ini 6 ton per jam. Penggilingan dari gabah ke beras gitu," kata Andy di Sragen, Sabtu (22/3)
Ia menjelaskan SPP Sragen merupakan salah satu dari 10 sentra penggilingan padi yang dimiliki Perum Bulog di seluruh Indonesia, yang memiliki peran vital dalam pengolahan gabah menjadi beras berkualitas.
Dia menuturkan Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen menjadi infrastruktur penting dalam mengolah gabah kering panen menjadi beras dengan berbagai kualitas, sesuai dengan preferensi konsumen, baik medium maupun premium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan gabah yang diproses di SPP Sragen berasal dari panen di sekitar wilayah Solo Raya, di mana sejak Februari 2025, Bulog cabang Surakarta telah mulai membeli gabah dari petani untuk diolah di sentra tersebut. Pembelian gabah dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram (kg), sesuai ketentuan pemerintah.
Diketahui, Solo Raya merupakan wilayah metropolitan meliputi enam kabupaten dan satu kota mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.
Lebih lanjut, Andy menjelaskan proses pengolahan gabah dimulai dengan pemeriksaan kualitas gabah, dilanjutkan dengan pengeringan dan akhirnya digiling menjadi beras medium yang akan disalurkan untuk cadangan beras pemerintah (CBP).
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah pengolahan, beras yang dihasilkan dari SPP Sragen akan dikirim ke gudang-gudang di wilayah Bulog Cabang Surakarta untuk memperkuat stok cadangan pangan pemerintah yang tersebar di berbagai daerah.
Andy berharap bahwa upaya maksimal dalam pengolahan gabah ini dapat mendukung program swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Indonesia dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Saat ini, wilayah Solo Raya sedang memasuki masa panen raya, yang menjadi kesempatan penting bagi Bulog untuk meningkatkan penyerapan gabah dari petani dengan kapasitas pengolahan yang optimal di SPP Sragen.
Meski begitu, Andy menuturkan bahwa dalam penyerapan gabah, Bulog Cabang Surakarta tidak hanya mengandalkan SPP Sragen, tetapi juga bekerja sama dengan penggilingan swasta sebagai mitra maklon untuk mempercepat pengolahan gabah.
Ia menambahkan, hingga saat ini, SPP Sragen telah mengolah sekitar 2.000 ton gabah untuk mendukung stok cadangan beras pemerintah.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta Dicky Yusfarino mengatakan bahwa pihaknya memiliki wilayah kerja seluruh wilayah Solo Raya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!