Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Musim Pancaroba

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 17:07 WIB | Oleh:
Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Musim Pancaroba Doc: Antara

Mataram - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba yang diprediksi berlangsung sepekan ke depan.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Jumat, mengatakan informasi dari BMKG Zainuddin Abdul Madjid menyebutka, selain peningkatan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, potensi peningkatan kecepatan angin di Kota Mataram dan wilayah NTB secara umum juga berpeluang terjadi sepekan ke depan.

1742545472_296d9aee17226c2b297a.jpg

"Tinggi gelombang di perairan NTB berada pada kategori sedang hingga tinggi (1,25–4,0 meter) dan potensi banjir pesisir atau rob juga berpeluang terjadi hingga awal April 2025," katanya.

Bahkan dari hasil analisis dinamika atmosfer terkini, kata dia, terpantau adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di Kota Mataram dan wilayah NTB secara umum.

Gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem tersebut antara lain disebabkan aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Madden Julian Ocilation (MJO), adanya sirkulasi siklonik (akibat gangguan tropis) di Laut Timor dan Teluk Carpentaria yang membentuk perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah NTB.

Hal itu, kata dia, berdampak pada kelembapan udara yang cenderung basah dan labilitas atmosfer kuat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan secara signifikan hingga akhir Maret 2025.

"Wilayah NTB sendiri diprediksikan akan mulai memasuki awal musim kemarau pada bulan April Dasarian I hingga bulan Mei Dasarian I 2025," katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana yang dapat ditimbulkan antara lain banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, puting beliung, petir, pohon tumbang, baliho roboh, dan berkurangnya jarak pandang.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, agar waspada tinggi gelombang yang mencapai sekitar dua meter di Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan utara NTB, perairan selatan NTB, perairan selatan Sumbawa, dan Samudera Hindia selatan NTB.

"Karena itu jika tidak ada kepentingan mendesak, masyarakat sebaiknya tetap berada di rumah untuk menghindari potensi bencana yang tidak diinginkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.