Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pekerjaan Rumah di Depan Mata adalah Meredam PHK untuk Mengerem Pengangguran

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Terakhir adalah masalah perijinan dan keamanan yang seringkali menimbulkan biaya siluman. “Mencapai target penyerapan tenaga kerja yang tinggi bukan mustahil, namun perlu kerja keras untuk mencapainya,” ungkap Suhartoko.

Rekannya, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, menilai bahwa keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu strategi menarik investasi memang memiliki potensi besar, namun tidak serta-merta menjamin masuknya investasi lokal apalagi modal asing secara otomatis.

Menurut Aloysius, meskipun KEK diberikan berbagai insentif dan fasilitas, realisasi investasi tidak selalu sesuai dengan target yang diharapkan. KEK Industropolis Batang (KIBT) yang saat ini sudah menarik investasi sebesar 17,95 triliun rupiah, dengan target tambahan investasi senilai 75,8 triliun rupiah atau baru sekitar 20 persen dari total investasi yang diharapkan.

Aloysius juga mengingatkan bahwa KEK bukanlah konsep baru di Indonesia. Beberapa KEK yang telah ditetapkan sejak 2013, seperti KEK Tanjung Lesung dan Sei Mangke, juga mengalami kendala dalam mencapai target investasi. KEK Tanjung Lesung, misalnya, diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp92,4 triliun dan menciptakan 85.000 lapangan kerja hingga tahun 2025.

Namun, hingga saat ini, realisasi investasi di kawasan tersebut masih jauh dari target. Hal yang sama juga terjadi pada KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Arun Lhokseumawe di Aceh, yang masih menghadapi tantangan dalam menarik investor meskipun telah diberikan berbagai insentif.

“Fakta ini menunjukkan bahwa keberadaan KEK dengan fasilitas yang lengkap sekalipun belum tentu cukup untuk menjamin investasi yang masif. Artinya, ada faktor-faktor lain yang masih menghambat investor untuk segera menanamkan modalnya di kawasan-kawasan tersebut,” ungkap Aloysius.

Sebab itu, penting bagi Pemerintah dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi keputusan investasi. Aspek seperti kepastian hukum, stabilitas kebijakan, infrastruktur pendukung, serta kesiapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian utama agar KEK benar-benar dapat menjadi magnet investasi yang efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Nasional
Pelayanan Khusus Adminduk s...
Nasional
Akses Wisata Bromo Ditutup ...
Luar Negeri
Trump Kembali Berupaya Peca...
Luar Negeri
Arab Saudi-Turki-Pakistan T...
Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.