Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bengkulu ajak warga selektif beli kue kering jelang Idul Fitri

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 16:40 WIB | Oleh:
Pemkot Bengkulu ajak warga selektif beli kue kering jelang Idul Fitri Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani di Bengkulu. Kamis (20/3)

Kota Bengkulu -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk selektif dan berhati-hati saat membeli kue kering menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak terlalu tergiur dengan kue yang warnanya mencolok," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani di Bengkulu, Kamis.

Ia menyebutkan kue kering dan sebagainya yang mengandung warna mencolok dengan harga jual yang murah dapat dicurigai karena kemungkinan mengandung bahan berbahaya seperti pewarna pakaian dan lainnya.

Sebab, jika pedagang kue kering menggunakan pewarna makanan biasa tidak menimbulkan warga yang pekat atau mencolok.

"Untuk menghindari penyakit yang membahayakan seperti diare atau sakit perut, lebih baik memilih kue yang jelas asal-usul pembuatannya," ujar dia.

Sementara itu, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu telah melakukan uji sampling terhadap 311 sampel takjil yang berada di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu dan hasilnya negatif bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.

Pemeriksaan sampel takjil tersebut dilakukan oleh tim BPOM Bengkulu di sejumlah daerah seperti Jadi kami posisi melakukan pemeriksaan dari Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Untuk takjil yang telah diperiksa sebanyak 311 sampel dan hasilnya semuanya aman untuk dikonsumsi. Untuk sampel takjil yang diperiksa secara acak tersebut merupakan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat saat berbuka puasa dan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya," kata Kepala BPOM Bengkulu Yogi Abaso Mataram.

Untuk sampel yang diperiksa tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti gorengan, kerupuk, sirup, es buah, mie, tahu, pempek, lauk pauk, ikan teri, lontong, lemang, daging, mie telur, rujak mie dan lainnya.

Meskipun sejumlah sampel yang diperiksa terkait negatif mengandung bahan berbahaya, namun BPOM Bengkulu beberapa waktu lalu menemukan kerupuk rengginang yang dijual di pasar tradisional mengandung bahan berbahaya.

"Namun, memang yang perlu diperhatikan oleh masyarakat pada saat berbelanja di pasar tradisional, sebab beberapa waktu lalu BPOM masih menemukan kerupuk rengginang pewarna berbahaya, namun hingga saat ini kami masih menelusuri dan berdasarkan hasil penelusuran sementara barang tersebut berasal dari luar Provinsi Bengkulu," terang Yogi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.