Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nama Ilmiah Badak Jawa Diusulkan Diganti

📅 Selasa, 18 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh:
Nama Ilmiah Badak Jawa Diusulkan Diganti Doc: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Ket. Badak jawa (Rhinoceros sondaicus)

Saat ini, badak Jawa yang juga dikenal dengan nama badak Sunda atau badak cula satu kecil ini memiliki nama ilmiah Rhinoceros sondaicus. Sebuah studi baru mengklasifikasi ulang spesies ini dengan nama baru.

Sebuah penelitian baru-baru ini telah mengklasifikasi ulang spesies yang dikenal sebagai badak Jawa. Penelitian ini menyoroti perbedaan utama dalam struktur tubuh dan ekologi yang membedakan spesies ini dari badak India (Rhinoceros unicornis) dengan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Menurut para peneliti, keduanya memiliki genus terpisah. Tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah perbedaan ini juga memiliki implikasi penting bagi upaya konservasi, demi kelestarian Badak Jawa yang jumlahnya sangat sedikit.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan perbedaan signifikan dalam penampilan dan perilaku dua spesies badak Asia bercula satu. Spesifikasi tersebut menantang klasifikasi lama dan mendukung evaluasi ulang status mereka.

Penelitian yang dipimpin oleh ahli zoologi Francesco Nardelli dan ahli paleontologi Kurt Heißig ini menyoroti bagaimana jutaan tahun tekanan evolusi telah membentuk adaptasi yang berbeda dari badak India (Rhinoceros unicornis) dan Sunda (Rhinoceros sondaicus).

Badak Jawa yang terancam punah memiliki tengkorak ramping, bagian belakang kepala lebih lebar dan lebih rendah, serta hidung dan gigi yang lebih pendek yang cocok untuk merumput daun. Sebaliknya, badak India memiliki tengkorak yang lebih kuat dan gigi yang lebih tinggi yang beradaptasi untuk merumput di rerumputan.

"Adaptasi mamalia darat besar terhadap berbagai lingkungan terkait dengan keragaman jenis makanan yang dapat mereka konsumsi, yang tercermin dalam variasi morfologi gigi dan tengkorak mereka," tulis para peneliti dalam makalah mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ZooKeys.

"Pada badak, adaptasi ini diidentifikasi dalam struktur gigi dan postur kepala mereka," tambah mereka dalam jurnal ZooKeys dikutip dari Science Daily.

Badak Jawa, yang sekarang terbatas di semenanjung Ujung Kulon di Pulau Jawa, adalah spesies pemakan biji-bijian dengan kulit berpola poligonal yang unik. Untuk badak betina tidak seperti badak hidup lainnya tidak memiliki tanduk.

Sebaliknya, badak India badak di sana adalah pemakan biji-bijian di padang rumput dengan habitat di sungai di India utara dan Nepal. Dengan lipatan kulit yang dalam dan tubuh yang lebih berat, badak India jauh lebih besar daripada kerabatnya dari Jawa.

Ukurannya hanya dilampaui oleh gajah dan badak putih, dengan jantan yang beratnya lebih dari 2.000 kilogram dan betina mencapai 1.600 kilogram. Bukti fosil menegaskan bahwa perbedaan ini berevolusi secara independen dalam jangka waktu yang panjang.

Penulis berpendapat bahwa perbedaan ini menunjukkan perbedaan anatomi dan ekologi yang mendasar dan mencerminkan adaptasi evolusi yang mendalam. Perilaku kedua spesies ini juga berbeda secara signifikan, dengan badak Sunda nama lainnya sebagai pengembara soliter dan badak India yang mengalami tabrakan sementara.

"Kedua spesies memiliki adaptasi unik untuk bertahan hidup, yang menekankan pentingnya memahami sistematika mereka untuk konservasi yang efektif," tulis para peneliti dalam makalah mereka.

Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan mengusulkan nama ilmiah yang lebih tepat untuk badak Jawa yaitu Eurhinoceros sondaicus. "Mengenali Eurhinoceros sondaicus sebagai genus yang berbeda memberikan gambaran yang lebih akurat tentang sejarah evolusi dan spesialisasi ekologinya," tegas mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

Dua Pilot Lanud Iswahjudi Berhasil Capai Terbang Solo

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Dua Pilot Lanud Iswahjudi B...
Megapolitan
Pasar Global Disikapi denga...
Megapolitan
Pemberdayaan Memerlukan Tek...
Nasional
Santri Korban Keracunan Mak...
Megapolitan
Jakarta Siaga Penuh Hadapi ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.