Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nama Ilmiah Badak Jawa Diusulkan Diganti

📅 Selasa, 18 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh:

"Klasifikasi yang lebih baik ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kita tentang evolusi badak tetapi juga menyediakan kerangka kerja yang lebih jelas untuk perencanaan konservasi, membantu menyusun strategi untuk perlindungan hewan yang terancam punah ini," imbuhnya.

Asal Nama

Nama genus Rhinoceros berasal dari dua kata Yunani kuno “ris: yang berarti "hidung" dan “keras” yang berarti "cula binatang." Sementara itu, sondaicus berasal dari sunda, sebuah wilayah biogeografis yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil lainnya.

Klasifikasi ini berdasarkan perbedaan fisik dari badak Jawa. Badak ini dikenal sebagai badak bercula satu kecil. Nama ini untuk membedakannya dengan badak bercula satu besar, yang merupakan nama lain dari badak india.

Penelitian pertama badak Jawa dilakukan pada 1787, ketika dua binatang ditembak di Jawa. Tulang badak jawa dikirim ke Petrus Camper (Belanda), tetapi ia meninggal pada 1789 sebelum sempat menerbitkan penemuannya bahwa badak jawa merupakan spesies tersendiri.

Badak jawa lainnya ditembak di Pulau Sumatra oleh Alfred Duvaucel, dan mengirim spesimen ke ayah tirinya, Georges Cuvier (Prancis). Cuvier menyadari binatang ini sebagai spesies tersendiri pada 1822, dan pada tahun yang sama diidentifikasi oleh Anselme Gaëtan Desmarest.

Anselme Gaëtan Desmarest menggunakan nama ilmiah Rhinoceros sondaicus untuk mendeskripsikan badak dari jawa yang dikirim ke Museum Nasional Sejarah Alam di Prancis oleh Pierre-Médard Diard dan Alfred Duvaucel.

Sepanjang abad ke-19, berbagai spesimen badak tak bercula juga dideskripsikan. Rhinoceros inermis, diusulkan oleh René Lesson pada 1838 untuk badak betina tanpa cula yang ditembak di Sundarbans. Rhinoceros nasalis dan Rhinoceros floweri, diusulkan oleh John Edward Gray pada 1867, dua nama untuk tengkorak badak yang masing-masing ditemukan di Kalimantan dan Sumatra.

Rhinoceros annamiticus, diusulkan oleh Pierre Marie Heude pada 1892 untuk spesimen yang ditemukan di Vietnam. Pada 2005, tiga subspesies badak jawa dianggap sebagai taksa yang valid: Rhinoceros sondaicus. Subspesies ini yang dicalonkan ini yang dikenal saat ini sebelum penelitian baru mengusulkan nama lain yaitu Eurhinoceros sondaicus. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.