Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Perdamaian Tercapai, Australia Mungkin Kirim Pasukan ke Ukraina

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jika Perdamaian Tercapai, Australia Mungkin Kirim Pasukan ke Ukraina Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan negaranya mungkin mempertimbangkan pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina, setelah tercapai perdamaian dengan Russia.

Pernyataan itu dia sampaikan usai pertemuan dengan para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Kanada, New Zealand, yang diselenggarakan secara virtual oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan juga dihadiri Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu (15/3).

"Australia terbuka untuk mempertimbangkan permintaan apapun untuk berkontribusi pada upaya penjagaan perdamaian di masa mendatang guna mendukung perdamaian yang adil dan abadi yang kita semua inginkan untuk Ukraina,” ujar Albanese.

“Kami memiliki tradisi yang membanggakan dalam mendukung perdamaian melalui delapan puluh tahun kontribusi terhadap misi penjagaan perdamaian internasional. Tentu saja, misi penjagaan perdamaian menurut definisi memerlukan prasyarat perdamaian," kata dia.

Australia mendukung semua tindakan yang berarti menuju perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina serta "keamanan yang lebih luas di Eropa,” ujar dia. Canberra pun disebutnya selalu terbuka untuk membahas setiap inisiatif baru mengenai bantuan ke Kyiv.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan bahwa Canberra siap mempertimbangkan setiap permintaan bantuan dari Kyiv, termasuk kemungkinan penempatan pasukan penjaga perdamaian Australia di Ukraina, tetapi hanya jika ada "perdamaian yang harus dijaga."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov mengatakan awal Maret lalu bahwa kehadiran pasukan negara-negara NATO di wilayah Ukraina di bawah bendera apa pun, dalam kapasitas apa pun—termasuk sebagai pasukan penjaga perdamaian—merupakan ancaman bagi Russia.

Lavrov menegaskan Moskwa tidak akan menerima keberadaan pasukan asing di Ukraina, dalam keadaan apa pun.

Dinas Intelijen Luar Negeri Russia memperkirakan bahwa Barat dapat mengerahkan sekitar 100.000 pasukan di Ukraina dengan kedok pasukan penjaga perdamaian untuk memulihkan kemampuan tempurnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, berpendapat bahwa dalam konflik apa pun, penempatan pasukan penjaga perdamaian asing hanya mungkin dilakukan dengan persetujuan semua pihak yang berkonflik. Ant/Sputnik-OANA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.