Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

APBN Defisit Rp31,2 Triliun, Pajak Anjlok 41,8%, Rasio Utang Bengkak 43,5%, Rupiah Terkulai dan Saham Berguguran. Apakah Sinyal Krisis?

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 21:50 WIB | Oleh:

Kementerian Keuangan akhirnya mengumumkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa (Kinerja dan Fakta) tahun anggaran 2025.

Sebelumnya, instansi bendahara negara ini menjadi sorotan lantaran tak kunjung mempublikasikan laporan APBN. Kementerian Keuangan biasanya bakal menggelar konferensi pers APBN KiTa dalam dua sampai tiga minggu setelah tutup buku bulan fiskal.

Akan tetapi, tak ada kabar kinerja APBN pada Januari 2025 hingga pertengahan Maret 2025. Penundaan itu cukup menimbulkan tanda tanya terkait transparansi pengelolaan keuangan negara pada Pemerintahan sekarang ini. 

Beberapa kali dikonfirmasi, pihak Kementerian Keuangan menyatakan penundaan pengumuman itu imbas padatnya agenda kenegaraan. Hingga akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sendiri alasan pihaknya ‘sengaja’ memundurkan konferensi pers APBN. 

“Kami menunggu data stabil agar tidak ada misinterpretasi,” katanya dalam konferensi pers, Kamis(13/2).

Rekor Defisit

Salah satu sorotan utama dalam kinerja APBN per 28 Februari 2025 adalah rekor defisit sejak awal tahun. APBN mengalami defisit sebesar 31,2 triliun rupiah per akhir Februari, atau 0,13 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Rekor itu cukup menjadi anomali mengingat umumnya APBN mencatatkan surplus pada beberapa bulan pertama tahun fiskal. Terakhir kali APBN mencetak defisit pada awal tahun terjadi pada Januari 2021, dengan defisit 0,27 persen. Namun, mengingat periode itu merupakan fase awal kemunculan Covid-19, defisit anggaran bisa dipahami.

Sementara tahun ini, APBN dibuka dengan defisit 0,10 persen PDB pada Januari dengan nilai minus 23,45 triliun rupiah, dan defisitnya terus berlanjut pada Februari.

Sri Mulyani dalam konferensi pers memastikan defisit itu masih dalam koridor target yang telah ditetapkan. Angka 0,13 persen masih jauh dari target defisit 2,53 persen PDB atau 616,19 triliun rupiah pada APBN 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.