Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga dari Empat Kecamatan di Blitar Desak Penutupan Tambang Pasir

27 Kamis, 13 Mar 2025, 20:17 WIB | Oleh:
Warga dari Empat Kecamatan di Blitar Desak Penutupan Tambang Pasir Warga dari Empat Kecamatan di Blitar Desak Penutupan Tambang Pasir Doc: Antara

Blitar - Puluhan warga perwakilan dari empat kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang terdampak aktivitas penambangan pasir berunjuk rasa mendesak penutupan tambang galian C di Kaliputih, Kecamatan Gandusari, kabupaten setempat.

Warga menilai keberadaan pertambangan pasir tersebut membuat dampak negatif mulai dari air untuk irigasi yang berkurang hingga air menjadi tidak layak konsumsi.

"Dampaknya banyak sekali yang dirasakan baik dari petani dan masyarakat biasa yang memanfaatkan air dari sini (Kaliputih). Dari petani itu airnya tidak lagi subur untuk mengaliri sawah, yang keluar itu lumpur," kata perwakilan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Renal, di Blitar, Kamis.

Ia menambahkan, akibat dari kejadian itu juga mengalami sedimentasi tanah sehingga air menjadi berkurang.

Selain itu, dampak lainnya adalah terjadi kerusakan saluran irigasi hingga jebol sehingga air tidak bisa mengaliri sawah warga.

"Pernah beberapa kali kerusakan, dua irigasi jebol sehingga sawah kering beberapa hari sebelum diganti rugi dari tambang," ujar dia.

Pihaknya juga menambahkan dampak lainnya yang dirasakan warga dengan penambangan tersebut. Air untuk kebutuhan sehari-hari warga berubah menjadi cokelat dan tidak layak konsumsi.

"Parahnya air yang dipakai tidak lagi bersih, tidak layak, warnanya cokelat. Warga ada memakai air galon untuk minum," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, ditambah dengan kondisi sarana jalan mengalami kerusakan akibat masifnya kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut.

Dalam satu hari, bisa ratusan truk berlalu lalang mengangkut berbagai macam hasil tambang baik pasir hingga batu dari lokasi penambangan tersebut.

"Transportasi parah, jalannya rusak, juga berdebu, bising. Kalau mau buru-buru tidak bisa. Dalam satu hari rata-rata bisa ratusan lewat bolak balik truknya," kata dia.

Dia menyebut, terdapat 21 desa di empat kecamatan yang terdampak penambangan tersebut yakni Kecamatan Gandusari, Garum, Kanigoro dan Talun. Untuk desa yang terdampak cukup parah di Kecamatan Garum dan Kecamatan Gandusari.

Pihaknya juga menyesalkan adanya keputusan pemerintah yang memberikan izin untuk perusahaan itu melakukan penggalian pasir di Kaliputih, Kecamatan Gandusari tersebut.

"Kepada pemerintah, kenapa mereka diberikan izin tiba-tiba, tidak ada keterlibatan masyarakat. Kami minta agar dikaji ulang perizinan ini, apalagi ini ganti pengurus (manajemen CV). Harus dikaji ulang. Bukan demo terus ganti pengurus," kata dia

Ia mengatakan, usaha galian pasir itu sudah beroperasi awal 2023. Sebelumnya, juga ada CV lain, namun masih dalam tahap operasional, hingga kemudian ada CV Barokah Sembilan Empat, yang mengelola tambang itu. Di lokasi itu, sebelumnya adalah galian tradisional. Warga banyak beraktivitas menambang pasir secara tradisional dan diklaim lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, perwakilan dari pengelola tambang pasir di Kaliputih, Kabupaten Blitar, CV Barokah Sembilan Empat, Aditya Putra Mahardika mengatakan pihaknya segera koordinasi terkait dengan tuntutan warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Megapolitan
Warga Didorong Mengganti Be...
Megapolitan
Jakarta-Bekasi Perpanjang K...
Luar Negeri
Lula Kembali Berkuasa, Perp...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.