Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hubungan Russia-AS Diyakini Semakin Baik di era Trump

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hubungan Russia-AS Diyakini Semakin Baik di era Trump Doc: Antara
Ket. Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov.

Jakarta - Duta Besar Federasi Russia untuk Indonesia Sergei Tolchenov optimistis hubungan antara Russia dan Amerika Serikat (AS) akan memulih dan jadi semakin baik di era Presiden Donald Trump.

“Saya sangat optimistis karena pemerintahan AS benar-benar telah mengubah posisinya sekarang, tidak seperti pemerintahan sebelumnya yang tampak ingin menghukum Russia dengan bermacam dalih,” kata Dubes Tolchenov dalam taklimat pers Kedutaan Besar Russia di Jakarta, Kamis (13/3).

AS dan Russia kali ini berhasil menemukan titik temu dari kepentingan negara masing-masing dan berkomitmen menguatkan kerja sama pada titik tersebut, ucap dia.

Dengan pemulihan hubungan ini, Tolchenov meyakini bahwa kedua negara akan siap berdialog di sektor-sektor kerja sama bilateral dalam waktu dekat, bahkan hingga aspek pertahanan dan keamanan.

Di samping itu, Dubes Russia memandang perbaikan hubungan AS-Russia, selain bermanfaat bagi kedua negara, juga akan memberi kelegaan khususnya bagi para diplomat Russia yang bertugas di Amerika Serikat.

Ia menyebut bahwa di tengah ketegangan hubungan AS-Russia selama ini, pejabat dan diplomat Rusia yang hendak bepergian ke AS sulit mendapat visa, sementara pergerakan diplomat Rusia di Negeri Paman Sam jadi terbatas.

“Kolega saya di Washington DC, misalnya, kesulitan jika harus ke luar kota karena mereka harus mengajukan izin, tetapi belum tentu diterima,” kata Dubes.

Namun, Tolchenov melihat bahwa setelah Donald Trump memimpin, terlihat itikad baik AS untuk “mengubah situasi jadi lebih normal bagi diplomat Rusia untuk beraktivitas di AS.”

“Meski pemerintahan Trump baru berjalan dua bulan, proses menuju pemulihan telah dimulai, dan saya harap hubungan kami akan berkembang di banyak sektor,” ucap Dubes Russia, menambahkan.

Setelah menjadi Presiden AS pada 20 Januari, Donald Trump semakin menunjukkan niatnya untuk memulihkan hubungan dan mengintensifkan komunikasi dengan Russia serta Presiden Vladimir Putin, khususnya terkait isu perang di Ukraina.

Pada 12 Februari, pemimpin kedua negara tersebut juga melakukan percakapan via telepon yang berlangsung hampir satu setengah jam. Dalam perbincangan tersebut, mereka membahas berbagai isu, termasuk pertukaran warga negara Russia dan AS, serta penyelesaian konflik di Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KAI Group Telah Layani 6,2 ...
Ekonomi
Menkeu: Anggaran Kemenkeu T...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Dorong Apar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.