Mobilitas Tinggi Saat Lebaran Berpotensi Picu Penyebaran Penyakit Menular
📅 Selasa, 11 Mar 2025, 22:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan dan persiapan libur lebaran, pemerintah memprediksi akan adanya lonjakan mobilitas pada saat libur Idul Fitri 2025. Diperkirakan angkanya mencapai lebih dari 300 juta pergerakan.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode lebaran 2024, dimana jumlah pemudik diperkirakan mencapai 193 juta orang. Tingginya mobilitas ini berpotensi pada peningkatan risiko penularan berbagai penyakit, termasuk di kalangan anak-anak.
Beberapa penyakit menular perlu diwaspadai di tengah peningkatan interaksi dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Diantaranya yaitu cacar air dan gondongan pada anak-anak yang mengalami lonjakan kasus di sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir tahun 2024.
Selain itu, wabah campak juga dilaporkan tengah merebak di beberapa negara di dunia, termasuk di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Thailand. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) per Februari 2025, Indonesia mencatat total 2.873 kasus campak, sementara Thailand melaporkan 6.852 kasus, menjadikannya yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
“Tak hanya di Asia Tenggara, penyebaran campak juga terjadi di belahan dunia lain, seperti di Taiwan serta beberapa negara bagian di Amerika Serikat seperti Texas, California, New Mexico, dan New Jersey,” kata Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou dalam sambutannya pada diskusi kesehatan “Cegah Penyakit Menular di Musim Liburan” yang berlangsung pada hari di Jakarta pada hari Senin (10/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menanggapi ini, Dokter Spesialis Anak, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A menekankan pentingnya langkah perlindungan sejak dini bagi anak-anak, salah satunya melalui vaksinasi. Penyakit seperti campak, gondongan, cacar air, dan rubella dapat menular dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius.
“Komplikasinya mulai dari pneumonia, ensefalitis (radang otak), hingga kematian. Vaksinasi adalah langkah pencegahan terbaik untuk menekan risiko infeksi ini dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar,” paparnya.
Lebih lanjut, dr. Denta menjelaskan bahwa vaksinasi MMR (Measles, Mumps, and Rubella) dan Varicella telah menjadi bagian penting dari jadwal imunisasi anak di Indonesia karena terbukti efektif hingga 90 persen dalam mencegah keempat penyakit tersebut. Sebelumnya, kedua vaksin ini diberikan secara terpisah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun seiring dengan perkembangan teknologi di bidang vaksin, kini tersedia vaksin kombinasi MMRV (Measles, Mumps, Rubella, and Varicella) yang memungkinkan perlindungan terhadap empat penyakit dalam satu suntikan, sehingga lebih praktis dan efisien bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak-anak,” ucapnya.
Dalam pembaruan Jadwal Imunisasi Anak 2024, vaksin MMRV telah direkomendasikan sebagai dosis primer untuk anak usia 2 tahun ke atas yang belum divaksin MR/MMR dan Varicella, serta sebagai booster untuk anak di bawah 2 tahun yang telah menerima MR/MMR atau Varicella.
Sebagai langkah persiapan untuk menjaga kesehatan anak selama Lebaran, dr. Denta secara lengkap membagikan checklist persiapan Libur Lebaran bagi orang tua agar anak tetap sehat, terlindungi dari penyakit menular, dan siap kembali ke sekolah dalam kondisi prima:
Pertama pastikan anak sudah mendapatkan caksinasi lengkap. Vaksinasi adalah perlindungan terbaik terhadap penyakit menular seperti campak, gondongan, dan cacar air.
“Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebelum bepergian, terutama jika akan bertemu banyak orang selama mudik,” tegas dr. Denta.
Kedua pilih destinasi dan lingkungan yang aman. Saat mengunjungi rumah kerabat atau destinasi wisata, pilih lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu padat. Kerumunan dalam ruangan yang tertutup dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!