Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Autoimun Bukanlah Penyakit Menular

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 18:17 WIB | Oleh:
Autoimun Bukanlah Penyakit Menular Doc: Antara

Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi dan imunologi Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, Dr. dr. Alvina Widyaningsih mengungkapkan penyakit autoimun bukanlah penyakit menular.

“(Penyakit autoimun) bukan penyakit menular. Penyakit ini adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik,” ujar Alvina dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Menurutnya, sistem kekebalan tubuh manusia seharusnya bisa mengenali sel tubuh sendiri, bakteri, dan virus yang harusnya dihancurkan. Sementara bagi penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh atau imunitas ini tidak bisa berfungsi dengan baik atau justru menyerang diri sendiri.

Akibat kegagalan mengenali sel tubuh sendiri, terjadi kerusakan berbagai organ seperti organ pernapasan, organ darah dan lainnya karena sel tubuh menyerang diri sendiri.

“Jadi kalau pada penyakit autoimun ini,sistem kekebalan, sistem imun kita tidak bisa mengenali. Kan harusnya sistem kekebalan kita digunakan untuk melawan bakteri, virus.nah tapi ini tak dapat berfungsi dengan baik sehingga kemudian malah menyerang sel-sel tubuh sendiri itu bisa menyerang ke sel darah, sel saraf, ginjal, kulit,” tambah dia.

Hal ini bisa terjadi karena terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi misalnya genetik atau keturunan. “Tapi genetik itu tidak bisa berdiri sendiri, itu muncul dan bermanifestasi gennya kalau ada faktor pemicu dari lingkungan yang kemudian membuat genetik bermanifestasi sehingga menjadi gangguan imun,” katanya lagi.

Adapun hal pemicu dari lingkungan yang dapat mendorong terjadinya autoimun pada seseorang yang memang memiliki riwayat genetik autoimun meliputi, faktor hormonal . Faktor ini kerap menjadi pemicu bagi kaum perempuan.

Kemudian ada faktor paparan sinar ultraviolet yang mampu merusak dna yang ada di sel tubuh, berbagai infeksi virus, bakteri salah satunya adalah virus COVID-19.

Serta zat kimia yang terkandung di berbagai makanan, lingkungan juga mampu berkontribusi menyebabkan pemicu autoimun.

Dirinya pun merekomendasikan agar masyarakat yang memiliki keluarga atau secara genetik memiliki riwayat autoimun dapat mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan dengan kandungan kimia, tambahan zat aditif dan makanan dengan banyak proses (ultra processed food) dan menerapkan pola hidup sehat.

“Tapi selain itu misalnya dia punya bakat autoimun kemudian ada konsumsi banyak zat kimia di makanan dan terpapar kimia di lingkungan itu kan juga akan mengganggu fungsi kekebalan tubuh jadi walau tak secara langsung ada reaksi autoimun pada zat kimia tersebut tapi juga itu meningkatkan risiko autoimun,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.