Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Archimedes, Matematikawan dan Penemu Jenius dari Yunani

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh:

Judulnya berasal dari usahanya untuk menentukan berapa butir pasir yang akan memenuhi alam semesta dan, untuk melakukannya, ia perlu mengetahui seberapa besar alam semesta itu. Karya tersebut paling dikenal karena melestarikan model heliosentris yang diajukan oleh astronom Aristarchus dari Samos (lahir sekitar tahun 310 hingga sekitar tahun 230 SM).

Cendekiawan T. L. Heath berkomentar: “Sandreckoner luar biasa karena pengembangan sistem untuk menyatakan angka-angka yang sangat besar dengan urutan dan periode berdasarkan pangkat beribu-ribuan. Karya tersebut juga berisi referensi penting tentang teori heliosentris alam semesta yang diajukan oleh Aristarchus dari Samos dalam sebuah buku 'hipotesis', serta rincian historis dari upaya-upaya sebelumnya untuk mengukur ukuran bumi dan memberikan ukuran serta jarak matahari dan bulan,” seperti ditulis R.W. Livingstone, dalam “The Legacy of Greece) 2014.

Archimedes dikatakan telah menemukan perangkat astronomi yang dapat mengidentifikasi posisi dan gerakan matahari, bulan, dan planet. Setidaknya satu dari perangkat ini digambarkan sebagai bola perunggu yang, ketika diputar, menunjukkan posisi planet dan bagaimana mereka berputar mengelilingi bumi (karena bumi dipahami sebagai pusat alam semesta pada saat itu).

Penyebutan perangkat ini oleh penulis dan orator kemudian Cicero (106-43 SM) dikutip oleh para sarjana modern yang menunjukkan bahwa Archimedes kemungkinan besar adalah penemu mekanisme Antikythera. Mekanisme Antikythera (juga dikenal sebagai perangkat Antikythera) diyakini sebagai komputer analog pertama di dunia.

Perangkat tersebut, yang ditemukan pada tahun 1901 di lepas pantai Pulau Antikythera, Yunani, berasal dari akhir abad ke-2/awal abad ke-1 SM dan digunakan untuk menghitung posisi matahari, bulan, dan planet. Perangkat tersebut mengandalkan prinsip-prinsip astronomi Babilonia dan Mesir tetapi menggunakan huruf-huruf dari alfabet Yunani dan diproduksi di Yunani.

Dengan memutar engkol, seseorang menggerakkan penunjuk, yang akan berbunyi klik untuk menunjukkan fase bulan, lokasi planet, dan juga dapat menghitung gerhana. Archimedes hanyalah satu pesaing sebagai penemu perangkat tersebut karena perangkat tersebut juga dikaitkan dengan Hipparchus dari Nicea (lahir 190-120 SM) dan lainnya.

Namun, penyebutan Cicero tentang penemuan serupa Archimedes dikuatkan oleh matematikawan Pappus dari Alexandria (lahir 290 hingga sekitar 350 M), yang mengklaim bahwa Archimedes telah menulis sebuah karya tentang cara membuat perangkat tersebut. Namun, ini tidak berarti bahwa Archimedes yang membuat perangkat Antikythera karyanya mungkin telah mengilhami Hipparchus atau orang lain dalam pembuatannya dan identitas penemunya masih diperdebatkan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

39 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.