Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB: Hak-hak Perempuan Sedang Diserang

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh:

"Kita menuju ke arah yang benar: Trump, kaum maskulinis, mereka membuat banyak kegaduhan tetapi mereka tidak sekuat kita," katanya.

Dalam protes di Berlin, sejumlah pengunjuk rasa membawa plakat berisi pesan-pesan termasuk “Bakar patriarki, bukan planetnya”.

Salah satu pengunjuk rasa, Steff Voigt, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan.

“Saya merasa sangat takut bagaimana perkembangan tertentu berbalik arah, bagaimana hak-hak perempuan bisa saja mundur lagi, bisa dibilang, karena pihak kanan. Terutama di AS,” katanya.

Di Istanbul, lebih dari 3.000 perempuan berbaris dengan damai melalui pusat kota tetapi polisi kemudian menahan sekitar 200 demonstran.

Selama bertahun-tahun protes telah dilarang di Lapangan Taksim di pusat kota, yang biasanya dipagari dengan penghalang, tetapi pihak berwenang dalam beberapa tahun terakhir menoleransi demonstrasi di dekatnya meskipun di bawah penjagaan ketat aparat keamanan.

Aksi unjuk rasa Feminist Night March dimulai saat matahari terbenam di dekat Taksim Square, dengan banyak demonstran mengenakan pakaian berwarna ungu dan melambaikan spanduk bertuliskan slogan-slogan termasuk “Kami tidak akan dibungkam, kami tidak takut dan kami tidak akan patuh” dan “Hidup perjuangan feminis kami”.

Meski pawai berakhir tanpa insiden, penyelenggara mengatakan polisi kemudian mulai mengumpulkan sejumlah pengunjuk rasa, dengan mengunggah rekaman yang memperlihatkan petugas polisi dengan kasar menyeret beberapa demonstran keluar dari kerumunan.

"Setelah #FeministNightMarch berakhir dan massa bubar tanpa insiden, polisi mulai menahan teman-teman kami sebagai bentuk provokasi," tulis penyelenggara pawai di X. "Hampir 200 perempuan ditahan secara tidak adil pada 8 Maret!" imbuh mereka.

Pada aksi unjuk rasa tersebut, Cigdem Ozdemir mengecam kekerasan laki-laki terhadap perempuan dan pernyataan pemerintah Turki tentang tahun 2025 sebagai “Tahun Keluarga”.

“Sejak 2025 ditetapkan sebagai 'Tahun Keluarga', kami sebagai perempuan telah terkurung di rumah,” keluh psikolog tersebut, seraya menambahkan bahwa orang-orang LGBTQ seperti dirinya “dikriminalisasi”.

“Hari ini, kami hadir di sini untuk menunjukkan perjuangan kami, untuk mempertahankan hidup kami dari kekerasan laki-laki, untuk mempertahankan tempat kami di masyarakat dan hak-hak kami.”

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Iran Narges Mohammadi mengatakan wanitalah yang akan menggulingkan republik Islam yang didirikan setelah revolusi 1979.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.