Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB: Hak-hak Perempuan Sedang Diserang

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh:
Sekjen PBB: Hak-hak Perempuan Sedang Diserang Doc: Istimewa
Ket. Guterres mengatakan, alat-alat digital, meski menjanjikan, juga sering membungkam suara perempuan, memperkuat bias, dan memicu pelecehan.

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres pada hari Jumat (7/3), mengatakan, hak-hak perempuan tengah diserang dan "kita harus melawan", memperingatkan bahwa dunia tidak dapat tinggal diam saat kemajuan justru mengalami kemunduran.Dikutip dari The Straits Times, dalam acara Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang Hari Perempuan Internasional pada hari Sabtu, Guterres mengatakan diskriminasi terhadap perempuan selama berabad-abad diperburuk oleh ancaman-ancaman baru."Alat-alat digital, meski menjanjikan, juga sering membungkam suara perempuan, memperkuat bias, dan memicu pelecehan," katanya pada hari Jumat. "Tubuh perempuan telah menjadi medan pertempuran politik.""Dan kekerasan daring meningkat menjadi kekerasan di dunia nyata. Alih-alih mengutamakan persamaan hak, kita justru menyaksikan pengarusutamaan chauvinisme dan kebencian terhadap perempuan," kata Guterres.Ia mendesak dunia untuk melawan, menekankan bahwa kesetaraan gender bukan hanya tentang keadilan."Ini tentang kekuasaan – siapa yang mendapat tempat di meja perundingan, dan siapa yang tidak mendapat tempat," kata Guterres. "Ini tentang membongkar sistem yang memungkinkan ketimpangan terus berlanjut. Dan ini tentang memastikan dunia yang lebih baik untuk semua."Unjuk rasaSementara itu, para pengunjuk rasa turun ke jalan di seluruh dunia pada Sabtu untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, menuntut kesetaraan upah, representasi politik dan diakhirinya kekerasan berbasis gender sambil menyuarakan kekhawatiran akan meningkatnya penindasan.

Di Ukraina timur, sejumlah demonstran mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para wanita yang tewas saat membela negara dari invasi Rusia. Banyak yang membawa spanduk bergambar wajah para korban.

"Perempuan adalah separuh dari masyarakat kita dan kita perlu berbicara tentang apa yang mereka lakukan, seperti apa mereka, bagaimana mereka melindungi dan apa yang mereka lakukan untuk menjadikan negara kita bebas dan merdeka," kata aktivis Iryna Lysykova. 

Banyak perempuan yang turun ke jalan di ibu kota Eropa, termasuk Paris, Berlin, dan Madrid, mengatakan, mereka khawatir dengan menguatnya kekuatan politik reaksioner, termasuk bangkitnya kembali kelompok sayap kanan.

“Ini terjadi sekarang dan kita mengambil langkah mundur,” kata Dori Martinez Monroy, 63, di ibu kota Spanyol. “Kita harus merebut kembali apa yang telah diraih, karena perempuan adalah pihak pertama yang menjadi sasaran.”

Di Jakarta, seorang aktivis, Ajeng, menuduh pemerintah Indonesia melakukan pemotongan anggaran yang “membuat perempuan kehilangan hak-hak mereka”.

“Wanita dibunuh, dimiskinkan, dan dikriminalisasi,” ujarnya, saat pengunjuk rasa di dekatnya mengangkat plakat bertuliskan “Tubuh ini milikku” dan “Kemuliaan bagi wanita kelas pekerja”.

“Wanita Indonesia melawan negara karena alasan-alasan ini,” katanya.

Belum berakhir

Beberapa demonstran mengarahkan kemarahan mereka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Di Paris, perempuan dari kelompok aktivis Femen berbaris tanpa atasan dengan bendera nasional AS atau Rusia, yang ditandai dengan swastika, dilukis di dada mereka.

Puluhan wanita menuduh Partai Republik melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, dan pemerintahannya dituduh mendorong kebijakan anti-wanita.

"Ini adalah pertempuran, belum berakhir," kata Sabine yang berusia 49 tahun, yang berbaris bersama putranya yang berusia tujuh tahun di Paris, tempat penyelenggara memperkirakan jumlah peserta sekitar 250.000 orang. Polisi memperkirakan jumlah pesertanya 47.000 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.