Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP Taskin Yakin 3 Program Prioritas Pemerintah Mampu Kurangi Angka Kemiskinan

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BP Taskin Yakin 3 Program Prioritas Pemerintah Mampu Kurangi Angka Kemiskinan Doc: BP Taskin
Ket. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko (tengah atas) di sela-sela kegiatan Kuliah Kerja Profesi I Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, Jakarta.

JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko meyakini tiga program prioritas pemerintah mampu untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

"Pemerintahan Prabowo Subianto berusaha memutar ekonomi untuk mengurangi orang miskin dengan menggunakan tiga hal yang menjadi andalannya. Ketiga hal itu adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah murah, dan sekolah rakyat," kata Budiman saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/3).

Hal ini dikatakannya saat memberikan Kuliah Kerja Profesi I Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri.

Menurut dia, ketiga program ini akan memiliki efek bola salju untuk meredam banyak potensi masalah sosial.

"Bila kita punya generasi berikutnya yang sehat, lingkungan rumahnya baik, dan bersekolah dengan benar, maka kehidupan generasi berikutnya akan lebih baik," kata Budiman.

Pihaknya pun menyoroti perekonomian yang tidak berbasis kewirausahaan menjadi salah satu penyebab situasi perekonomian di Tanah Air saat ini yang belum sehat.

"Masyarakat kita belum bisa mengembangkan intelektualnya untuk berproduksi. Dari sisi ekonomi, banyaknya orang kaya yang tidak mendapatkan uang dari produksi yang benar juga membuat ekonomi tidak berkembang," katanya.

Adanya deindustrialisasi membuat bidang usaha yang mengeksploitasi alam lebih menguntungkan dibandingkan manufaktur. Di sisi lain, lanjut dia, usaha di bidang digitalisasi juga kurang digemari.

"Memanfaatkan alam tanpa memberikan nilai tambah akan membuat ekonomi hanya dinikmati segelintir orang. Permasalahan ekonomi di Indonesia adalah ekonomi yang bukan berdasarkan entrepreneurship. Politik kita tidak didanai oleh perusahaan yang menambah nilai, tapi didanai oleh perusahaan perkebunan, pertambangan, pembabatan hutan. Tidak ada orang DPR kita didanai oleh perusahaan digital, misalkan perusahaan intelijen atau informasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.