Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 13:44 WIB | Oleh:
Kenali Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Doc: ist
Ket. bakso

GORONTALO -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gorontalo mengajak warga untuk mengenali penyalahgunaan bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam pangan.

"Ada beberapa cara untuk mengenali bahan kimia berbahaya pada pangan seperti bahan formalin dan boraks," kata Kepala BPOM Provinsi Gorontalo Stepanus Simon Sesa di Gorontalo, Jumat.

Stepanus mengatakan, formalin adalah cairan yang tidak berwarna, mudah larut dalam air dan alkohol, serta memiliki bau yang sangat menyengat. Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis, desinfektan untuk peralatan rumah sakit, dan pengawet mayat.

Ia menjelaskan beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan, di antaranya jika digunakan pada mi basah maka mi tersebut tidak lengket, tidak mudah putus, lebih mengkilat, bau khas formalin serta bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang atau suhu kamar.

Selanjutnya untuk tahu berfomalin, biasanya memiliki bau khas formalin, tidak mudah hancur. Bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang atau suhu kamar. Sedangkan untuk ikan asin berfomalin tidak dihinggapi oleh lalat dan mengeluarkan bau khas formalin.

Stepanus menjelaskan, bahaya formalin menyebabkan iritasi saluran pernapasan, reaksi alergi, merusak fungsi hati, jantung, otak, ginjal, syaraf. Konsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.

Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih. Turunan boraks yang sering disalahgunakan, yaitu bernama pijer atau bleng. Bentuknya panjang dan berwarna agak kuning. Bleng adalah bentuk tidak murni dari asam borat.

"Boraks biasa digunakan untuk bahan pembuat detergen, bahan solder, pengawet kayu, dan antiseptik kayu. Boraks dilarang digunakan untuk pangan karena berbahaya bagi kesehatan," ungkap Stepanus.

Adapun beberapa ciri bahan pangan yang mengandung boraks diantaranya jika pada mi basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak yang memiliki tekstur sangat kenyal, tidak lengket, tidak mudah putus.

Kemudian jika terdapat boraks pada kerupuk rambak yang terbuat dari tepung dan gendar, maka akan terasa getir.

Ia menambahkan bahaya penggunaan boraks pada bahan pangan yang menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, iritasi kulit dan mata, mual, dan sakit kepala.

"Konsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut bahkan kematian," pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.