Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Konfirmasi Korut Telah Kirim Pasukan Tambahan ke Russia

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Konfirmasi Korut Telah Kirim Pasukan Tambahan ke Russia Doc: AFP/YONHAP
Ket. Sejumlah tank K1A2 milik militer Korsel bergerak ke lokasi latihan militer gabungan antara Korsel-AS di Pocheon pada Kamis (6/3). Latihan militer gabungan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan pertahanan gabungan. 

SEOUL - Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengkonfirmasi bahwa Korea Utara (Korut) telah mengirimkan pasukan tambahan ke Russia.

Mengutip seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya, Radio Free Asia melaporkan pada Kamis (6/3) bahwa Korut telah mengerahkan pasukan tambahan untuk mendukung Russia dalam perangnya melawan Ukraina, dengan mengirimkan cukup banyak tentara untuk menggantikan tentara-tentara yang gugur di garis depan.

Namun, pejabat tersebut tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak pasukan tambahan yang dikirim oleh Korut kali ini.

Sebelumnya pada pekan lalu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengatakan bahwa pasukan tambahan tampaknya telah dikerahkan, namun mereka masih berupaya untuk menentukan berapa banyak jumlahnya.

Sementara itu Yu Yong-weon dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang baru-baru ini mengunjungi Ukraina, mengatakan pada Rabu (5/3) bahwa Korut mengirimkan sekitar 5.000 tentara tambahan, dengan 1.500 di antaranya ditempatkan di dekat wilayah Kursk dan 3.500 lainnya mendapatkan pelatihan adaptasi lokal di beberapa lokasi di wilayah Timur Jauh Russia.

Pada saat bersamaan, otoritas intelijen Korea Selatan (Korsel) pun mengkonfirmasi bahwa Korut diketahui mendapatkan transfer taktik drone dari Russia sebagai bentuk penguatan kerja sama militernya dengan Moskwa.

NIS pada Rabu menyatakan bahwa pasukan yang dikirim Korut ke Russia sedang mendapatkan pelatihan tentang cara mengoperasikan drone dan taktiknya, sehingga NIS terus mengamati kemungkinan kerjasama antara kedua negara dalam bidang pesawat nirawak.

Russia diperkirakan memberikan teknologi drone sebagai imbalan atas pengiriman tentara tambahan Korut sebanyak 1.500 orang pada awal tahun ini setelah 12.000 tentara yang dikirim pada Oktober tahun lalu.

Dalam perang di Ukraina, banyak korban dari tentara Korut akibat serangan drone. Oleh karena itu, mereka diketahui sedang mempelajari strategi untuk menghadapi serangan drone tersebut.

Sebelumnya, pemimpin Korut, Kim Jong-un, diketahui telah meninjau lokasi uji kinerja drone serangan bunuh diri pada November lalu dan menekankan bahwa sistem produksi harus segera dibangun untuk memulai produksi massal sesegera mungkin.

“Freedom Shield”

Pada Kamis, otoritas militer Korsel dan AS dalam jumpa pers bersama menyampaikan bahwa mereka akan menggelar latihan Freedom Shield dari tanggal 10 hingga 20 Maret ini untuk memperkuat kesiapan pertahanan gabungan.

Latihan tersebut akan menerapkan skenario ancaman nyata, termasuk perubahan strategi, taktik, dan kekuatan militer Korut yang dianalisis dari kerja sama militer Korut dan Russia serta berbagai konflik bersenjata.

“Latihan Freedom Shield ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pertahanan dan kemampuan respons aliansi Korsel dan AS,” demikian pernyataan bersama militer Korsel dan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.