Musabab Petaka Kali Bekasi Meluap
📅 Rabu, 05 Mar 2025, 17:02 WIB | Oleh: OpikMenurut laporan KP2C, sekitar pukul 23.40 WIB, TMA Sungai Cileungsi terpantau naik drastis hingga mencapai 500 cm, disertai arus yang sangat deras. Tak lama setelahnya, kamera CCTV di pos pantau Cileungsi hilang dari pantauan, diduga kuat hanyut terbawa arus.
Kenaikan TMA Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi telah menyebabkan banjir yang meluas serta melumpuhkan sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Bekasi. Di Kabupaten Bogor, perumahan Vila Nusa Indah 1 dan Vila Nusa Indah 2 terdampak banjir akibat luapan sungai.
Di Kota Bekasi, beberapa perumahan mengalami banjir dengan ketinggian air bervariasi. Perumahan Jaka Kencana terendam air setinggi 3 meter, sementara Perumahan Depnaker mengalami banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Perumahan Bumi Satria Kencana juga terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,1 meter.
Selain itu, wilayah lain seperti Gang Mawar RT8 RW3 di Kecamatan Bekasi Timur mengalami banjir setinggi 3 meter, dan Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung di Kecamatan Bekasi Utara terendam air setinggi 1,8 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Kecamatan Jatiasih, perumahan Bumi Nasio Indah terendam air setinggi 1,2 meter, sementara Perumahan Jatiluhur, Perumahan Buana, dan Perumahan Graha Indah masing-masing mengalami banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) dan Villa Jatirasa mengalami banjir parah dengan ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter.
Pusat perniagaan hingga akses Jalan Utama Ahmad Yani, Bekasi Selatan - yang menjadi nadi ekonomi dan pusat perbelanjaan di Kota Bekasi dilaporkan lumpuh setelah turut direndam banjir.
"Dari 12 kecamatan, yang terdampak di Kota Bekasi itu delapan kecamatan. Dan hari ini, Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama, termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air, karena kemudian juga limpasannya sungguh luar biasa," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam pernyataannya di Bekasi, Selasa (5/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Banjir yang melanda Kota Bekasi saat ini dinilai sebagai yang terburuk sejak 2016 dan 2020, dengan ketinggian air mencapai 8 meter akibat kenaikan permukaan air di Kali Bekasi.
Pengaruh bendung
Bendung Bekasi di Jalan M. Hasibuan, Bekasi Selatan, menghadapi situasi kritis akibat debit air yang melebihi kapasitas tampungnya. Dikabarkan, bahwa kapasitas maksimal bendungan peninggalan Belanda ini adalah 1.000 meter kubik per detik, namun saat itu debit air mencapai 1.100 meter kubik per detik.
Kondisi ini memaksa pihak pengelola dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) untuk membuka pintu air guna mengurangi tekanan, yang dapat menyebabkan kenaikan permukaan air di wilayah hilir.
Selain itu, pompa air yang biasanya berfungsi untuk mengendalikan volume air, untuk sementara tidak dioperasikan. Akibatnya, kemampuan sistem pengendalian banjir menurun, meningkatkan risiko banjir di area sekitar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan bahwa TMA Kali Bekasi telah mencapai puncaknya pada pukul 06.30 WIB, dengan ketinggian 875 cm, jauh melebihi batas maksimal 350 cm.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!