Musabab Petaka Kali Bekasi Meluap
📅 Rabu, 05 Mar 2025, 17:02 WIB | Oleh: Opik
Doc: (ANTARA/HO-BNPB)
JAKARTA - Pada Selasa (4/2) dini hari, ketika jarum pendek jam menunjuk angka 2, air sungai meluap membawa serta lumpur pekat berwarna cokelat, menerjang permukiman warga tanpa ampun.
Bau tanah basah dan lumpur yang menyengat menyatu dengan suara arus deras Kali Bekasi yang mengalir ganas. Tepat selepas adzan Subuh, mayoritas rumah di Pondok Mitra Lestari, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menyisakan ujung atapnya yang nyaris tenggelam.
Arus deras air setinggi lebih dari dua meter itu menyapu segala yang dilewatinya—perabotan rumah tangga, kendaraan, hingga hewan ternak di perkampungan sekitar yang tak sempat diselamatkan.
Beberapa warga di Jalan Pinus yang berhasil menyelamatkan diri terlihat bertahan di genting, menggigil dalam ketakutan sambil menanti pertolongan.
Di atas atap rumah yang hampir tenggelam itu, seorang bocah 9 tahun bertahan bersama kedua orang tuanya di bawah guyuran hujan deras. Bajunya lusuh, tubuhnya gemetar kedinginan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menengadahkan wajahnya ke langit, membuka mulut untuk menampung air hujan dan menelannya untuk menghilangkan haus. Sudah 6 jam dia terisolasi.
Di sekelilingnya, banjir membawa puing-puing dan barang-barang yang hanyut. Umumnya, adalah barang yang tersimpan di teras rumah, seperti alas kaki, galon, pot tanaman, hingga kursi dan meja taman.
Bertahan di atap rumah memang satu-satunya pilihan bagi mereka agar bisa bertahan hidup, ketimbang mati konyol karena debit air kian meninggi memenuhi seisi rumah hingga menyentuh plafon.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pintu rumah sudah tidak bisa dibuka lagi. Arus airnya terlalu tinggi, didorong juga berat," kata Sahl, nama dari bocah yang saat itu terjebak banjir di dalam rumah.
Bencana terburuk
Sekitar 3,5 jam sebelum petaka terjadi, Pengurus Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) sebenarnya sudah menerbitkan peringatan dini banjir setelah tinggi muka air (TMA) Sungai Cileungsi mencapai 400 cm (siaga 1) pada pukul 23.00 WIB.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di wilayah-wilayah yang dilalui aliran sungai, mulai dari Jembatan Wika, Cileungsi, Bogor, hingga ke Laut Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Menurut KP2C, air diperkirakan akan mencapai titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas di Kali Bekasi pada pukul 02.00 WIB. Warga yang berada di bantaran sungai diimbau untuk segera mengambil langkah kesiapsiagaan, seperti menaikkan barang berharga, memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi, serta mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pukul 00.02 WIB, salah satu kamera CCTV di pos pantau Cileungsi beserta lampunya hanyut terbawa arus deras Sungai Cileungsi. Insiden ini menandakan bahwa TMA Sungai Cileungsi telah melampaui 500 cm dari ambang batas 100 cm, kondisi yang serupa dengan peristiwa banjir besar yang meluluhlantakan bantaran pada 1 Januari 2020.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!