Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Daerah Diminta Awasi Harga Jual Gabah

📅 Selasa, 04 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Kepala Daerah Diminta Awasi Harga Jual Gabah Doc: antara
Ket. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta kepala daerah untuk mengawasi agar harga jual gabah

Ngawi, Jatim - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta kepala daerah untuk mengawasi agar harga jual gabah di tingkat petani saat panen sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru yang ditetapkan sebesar 6.500 rupiah per kilogram.

"Saya minta agar bupati atau wali kota mengawasi harga gabah petani tidak boleh dibeli di bawah harga 6.500 rupiah per kilogram atau di bawah HPP," ujar Menko Zulhas saat menghadiri kegiatan panen raya di Desa Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi, Jatim, Senin (3/3).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Zulhas, pada bulan Maret hingga April sejumlah wilayah telah memasuki masa panen, seperti di Kabupaten Ngawi yang menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dan nasional.

Ia menekankan harga beli gabah atau gabah kering panen (GKP) minimal harus 6.500 rupiah per kilogram.

"Harga tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini harus terus disampaikan sesuai arahan Presiden agar terus berjalan," kata dia.

Ia menjelaskan dengan pembelian gabah sesuai HPP, maka petani akan sejahtera, terus menanam padi, dan swasembada pangan nasional dapat terwujud.

Zulhas mengatakan pemerintah telah menyediakan alokasi anggaran sebesar 139,4 rupiah triliun untuk mendukung program swasembada pangan pada 2025. 

Dana itu akan digunakan untuk berbagai program strategis yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Di antaranya penyerapan gabah dan beras petani sesuai HPP.

"Pemerintah hadir lewat Bulog untuk beli gabah dengan harga paling murah 6.500 rupiah per kilogram. Harganya dijamin 6.500 rupiah, tidak boleh ada pabrik padi dimanapun yang membeli di bawah 6.500 rupiah. Kalau tidak, hati-hati itu bisa dipanggil sama Polres," katanya.

Adapun swasembada pangan menjadi salah satu misi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengoptimalkan teknologi di sektor pangan serta melakukan berbagai inovasi, seperti infrastruktur irigasi dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan siap mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan nasional. 

Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional mendapat target luas tanam padi dari pemerintah pusat sebesar 144.896 hektare di tahun 2024.

Dari target luas tanam tersebut, sesuai data Ngawi berhasil mencapai target 100 persen dengan produksi 771 ribu ton gabah kering giling.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.