Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Unjuk Rasa Jelang Putusan Pemakzulan

📅 Senin, 03 Mar 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Unjuk Rasa Jelang Putusan Pemakzulan Doc: AFP/KIM MIN-HEE
Ket. Yoon Suk-yeol

SEOUL – Kerumunan warga Korea Selatan (Korsel) memadati pusat kota Seoul dalam salah satu protes terbesar sejak Presiden Yoon Suk-yeol dimakzulkan karena penerapan darurat militer, sementara para hakim memasuki tahap akhir musyawarah untuk memutuskan apakah akan mengukuhkan pemecatannya atau mengembalikannya ke jabatan semula.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan pada Sabtu (1/3) dengan membawa payung, bendera nasional, dan spanduk, beberapa menyatakan dukungan dan yang lainnya mengkritik presiden yang diskors.

Rekaman televisi langsung menunjukkan pendukung Yoon memadati satu bagian kawasan Gwanghwamun yang merupakan kantor pusat pemerintahan. Sementara para demonstran yang menuntut pencopotannya menduduki jalan raya terdekat.

Polisi sebelumnya memperkirakan jumlah massa di ibu kota sekitar 350.000 orang.

Korsel telah terpecah selama berbulan-bulan akibat pemberlakuan darurat militer yang tak terduga oleh Presiden Yoon, yang mengguncang pasar keuangan, menghancurkan kepercayaan ekonomi, dan mengganggu diplomasi tingkat tinggi.

Unjuk rasa telah berlangsung di Seoul hampir setiap akhir pekan baik untuk atau menentangnya sejak Mahkamah Konstitusi mulai memeriksa usulan parlemen yang memakzulkannya pada Desember lalu.

Yoon, 64 tahun, membantah melakukan kesalahan dalam 11 sidang yang berakhir pekan lalu, membela tindakannya sebagai upaya putus asa untuk menghadapi simpatisan Korea Utara (Korut) yang mencoba melumpuhkan pemerintahannya.

Ia berpendapat bahwa pengerahan pasukannya ke Majelis Nasional pada 3 Desember 2024 adalah untuk memastikan perdamaian dan ketertiban, bukan untuk menghalangi anggota parlemen memberikan suara untuk membatalkan darurat militer.

“Yoon harus kembali untuk melindungi negara ini dari Korut sesegera mungkin,” kata Choi Jung-yoon yang berusia 66 tahun yang ikut serta dalam unjuk rasa dekat Majelis Nasional. “Darurat militer diperlukan,” tegas dia.

Sementara itu pada sebuah unjuk rasa di dekat Mahkamah Konstitusi, Christina Lee, 30 tahun, mengatakan: “Yoon harus dimakzulkan. Darurat militer tidak masuk akal. Saya khawatir negara ini akan kehilangan demokrasinya.”

Jajak Pendapat

Parlemen yang dikuasai oposisi menuduh Yoon menyalahgunakan kekuasaan dan badan antikorupsi menangkapnya pada Januari, menjadikannya presiden Korsel pertama yang sedang menjabat yang ditahan.

Ketegangan politik yang telah membebani sentimen konsumen dan bisnis kemungkinan akan berlangsung hingga Mahkamah Konstitusi mencapai kesimpulannya, yang para analis perkirakan pada pertengahan Maret.

Jika Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mencopot Yoon dari jabatannya, pemilihan cepat akan diadakan dalam waktu 60 hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.