Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spesies Ikan Gua Buta Baru dari Jawa Barat Ditemukan

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 18:14 WIB | Oleh:
Spesies Ikan Gua Buta Baru dari Jawa Barat Ditemukan Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Barbodes klapanunggalensis, spesies ikan buta baru yang ditemukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama kolaborator Indonesian Speleological Society (ISS) dan Yayasan Species Obscura Indonesia di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama kolaborator Indonesian Speleological Society (ISS) dan Yayasan Species Obscura Indonesia berhasil menemukan spesies ikan gua buta baru dari kawasan karst Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Kunto Wibowo, di Jakarta, Kamis, (27/2) menjelaskan ikan yang diberi nama Barbodes klapanunggalensis ini memiliki ciri-ciri yang sangat unik dan berbeda dari spesies ikan gua lainnya. Ikan ini sepenuhnya buta, dengan mata yang telah mengalami reduksi dan hanya meninggalkan bekas berupa cekungan orbital yang tertutup kulit.

1740654693_a3a9bcb42097730aff18.jpeg

"Tubuhnya tidak memiliki pigmen hitam (melanofor), sehingga terlihat putih keperakan dengan sirip yang transparan," jelas Kunto.

Selain itu, Kunto memaparkan ikan ini memiliki sirip dada dan sirip perut yang relatif panjang, serta sisik aksial yang terletak di belakang sirip perut pendek dengan ujung membulat.

Ia menyebutkan spesies ini telah menunjukkan karakter morfologi yang sangat teradaptasi pada habitat gua yang gelap dan terisolasi.

Menurut Kunto, ikan ini hidup di kolam-kolam kecil di dalam gua yang dialiri oleh air yang merembes dari lantai gua.

"Kolam-kolam ini memiliki substrat tanah liat halus dan air yang jernih. Ikan ini cenderung diam di air yang tenang, namun akan aktif berenang ketika air terganggu," ujarnya.

Kunto mengungkapkan Barbodes klapanunggalensis saat ini hanya diketahui hidup di Gua Cisodong 1, yang terletak di kawasan karst Klapanunggal yang memiliki luas sekitar 66 km². Namun, hanya 9,96 persen yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk Kawasan Bentang Alam Karst Bogor.

Menurut dia, meskipun gua ini sulit diakses dan jauh dari pemukiman penduduk, ancaman terhadap habitat ikan ini tetap ada, terutama dari aktivitas penambangan batu kapur yang marak di daerah tersebut.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys (https://zookeys.pensoft.net/article/135950/) pada edisi terbaru. Studi lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami ekologi dan strategi konservasi yang tepat bagi Barbodes klapanunggalensis serta spesies ikan gua lainnya di Indonesia.

Penemuan Barbodes klapanunggalensis menambah daftar panjang keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di ekosistem gua. Saat ini, Indonesia memiliki enam spesies ikan gua endemik, dengan Barbodes klapanunggalensis dan Barbodes microps sebagai spesies yang ditemukan di Jawa. Spesies-spesies lainnya ditemukan di kawasan karst Sulawesi dan Papua Barat.

Keberadaan Barbodes klapanunggalensis yang terbatas pada satu gua membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Aktivitas penambangan batu kapur yang tidak terkendali dapat mengancam habitatnya. Oleh karena itu, tim peneliti menyarankan agar kawasan karst Klapanunggal mendapatkan perlindungan yang lebih ketat, terutama dengan memperluas area konservasi yang ada.

Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami populasi dan ekologi spesies ini, serta upaya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi. Dengan demikian, Barbodes klapanunggalensis dapat terus bertahan sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.