Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sama-sama Pangkas Anggaran, Ini Bedanya Vietnam dengan Indonesia

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 15:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tak kalah penting, pemerintah Vietnam menggarisbawahi perlunya peningkatan kesejahteraan peneliti dan perekayasa. Pemerintah sadar, jika taraf hidup peneliti dan perekayasa masih rendah, mereka tidak bisa menghasilkan penelitian dan inovasi yang signifikan.

Riset dan SDM berkualitas menarik investor asing bermodal jumbo

Semua langkah dan kebijakan yang diambil Vietnam ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah Vietnam untuk membangun negara melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). To Lam memang berambisi untuk menempatkan Vietnam di peringkat ketiga di Asia Tenggara dalam hal kompetisi digital dan e-government development index negara, serta masuk ke dalam 30 negara besar yang mengadopsi inovasi dan transformasi digital pada 2045.

Jika ditelusuri, efisiensi anggaran yang dilakukan Vietnam saat ini merupakan bagian dari strategi yang telah lama digaungkan untuk membangun Vietnam dengan fondasi pengembangan riset dan teknologi. Keberhasilan Vietnam meluncurkan satelit super mini Pico Dragon rancangan insinyur dan peneliti VNREDSAT-1 Vietnam Agustus 2013 lalu menjadi tonggak penanda kebangkitan riset dan teknologi Vietnam. Sejak itu, Vietnam memberikan prioritas pada pengembangan riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Tahun 2017, misalnya, Vietnam menugaskan Kementerian Sains dan Teknologi, melalui Regulasi No.95/2017, untuk merumuskan pengembangan Science, Technology, and Innovation (STI) dan Social-Economic Development Strategy (SEDC) periode 2021-2030. Kebijakan STI dan SEDC tersebut secara nyata berdampak pada pengembangan riset dan teknologi di Vietnam, seiring dengan banyaknya perusahaan besar asing berbasis pengembangan riset dan teknologi berinvestasi di Vietnam. Contohnya, sejak 2017 perusahaan Apple intensif beroperasi dengan mitra manufaktur lokal seperti Faxcomm dan Luxshare, sehingga mulai 2020, Vietnam menjadi lokasi strategis produksi dan rantai pasokan produk-produk Apple.  

Terbaru, Nvidia, raksasa perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat (AS), secara resmi berinvestasi di Vietnam akhir 2024 lalu. Dengan skema kerja sama dengan perusahaan teknologi lokal, FPT, NVidia akan membangun pusat riset dan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) di Vietnam. Tidak mengherankan, Vietnam kian melesat sebagai pusat riset dan teknologi mutakhir karena pemerintah dan sektor swasta mendukung penuh riset dan pengembangan sains dan teknologi.

Nasib riset dan inovasi di Indonesia

Berbanding terbalik dengan Vietnam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada kegiatan penelitian dan inovasi teknologi justru jadi korban pemotongan anggaran yang signifikan.

Awalnya, BRIN mengajukan skema pemotongan sekitar Rp2 triliun dari total ajuan anggaran sekitar Rp5,8 triliun. Dengan skema tersebut, maka anggaran BRIN hanya dapat mencakup gaji pegawai (sekitar Rp3 triliun) dan menyisakan hanya sekitar Rp8 miliar untuk kegiatan penelitian dan pendukungnya. Artinya, banyak kegiatan penelitian—yang sedang atau akan berjalan—terpaksa dihentikan atau dibatasi pelaksanaannya. Setelah negosiasi, akhirnya pemotongan anggaran untuk BRIN diketok palu oleh komisi X DPR pada tanggal 13 Februari 2025 sekitar Rp1,4 T.

Apa dampaknya pemotongan anggaran riset dan inovasi untuk Indonesia?

1. Penurunan kualitas kesejahteraan

Pemotongan sebesar kurang lebih 24% dari anggaran yang diajukan, membawa dampak yang cukup signifikan baik untuk pegawai maupun kepada pengguna hasil penelitian.

Dampak pertama yang banyak dirasakan di tataran individu adalah penurunan kualitas kesejahteraan, yaitu hilangnya subsidi BBM untuk bus jemputan karyawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.