Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seoul Minta AS Kecualikan Korsel dari Kebijakan Tarif Baru

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seoul Minta AS Kecualikan Korsel dari Kebijakan Tarif Baru Doc: Tbsnews/US Army via Reuters
Ket. Bendera Korea Selatan dan As berkibar berdampingan di wilayah Yongin, Korsel.

SEOUL - Korea Selatan meminta Washington untuk mengecualikannya dari kebijakan tarif AS yang direncanakan untuk baja dan aluminium, kata Kementerian Perdagangan Korsel, Jumat (21/2).

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan berbagai pungutan terhadap beberapa mitra dagang terbesar negaranya sejak menjabat pada bulan Januari, dengan alasan hal itu akan membantu mengatasi praktik tidak adil.

Di antaranya tarif sebesar 25 persen atas impor baja dan aluminium mulai 12 Maret.

Minggu ini, Trump juga memperingatkan akan mengenakan tarif "sekitar 25 persen" pada impor otomotif dan jumlah yang sama atau lebih tinggi pada semikonduktor dan farmasi.

Korea Selatan adalah rumah bagi pembuat chip utama dunia, Samsung dan SK Hynix, dan merupakan pengekspor baja terbesar keempat ke Amerika Serikat tahun lalu.

Pada hari Jumat, Seoul mengatakan Wakil Menteri Perdagangan Park Jong-won meminta AS untuk tidak memasukkan Korea Selatan "dalam tarif bersama dan berbagai tindakan tarif seperti pada baja dan aluminium".

Ia menekankan kontribusi investasi skala besar oleh perusahaan-perusahaan Korea Selatan terhadap ekonomi AS dan mencatat bahwa "berdasarkan perjanjian perdagangan bebas Seoul-Washington, tarif pada hampir semua barang antara kedua negara telah dihapuskan".

Permintaan tersebut diajukan selama perjalanan Park ke Washington minggu ini, kata kementerian, di mana ia berbicara dengan pejabat dari Gedung Putih dan Departemen Perdagangan AS.

Industri baja Korea Selatan telah menghadapi tekanan kuat dalam beberapa tahun terakhir karena bergulat dengan kelebihan pasokan, terutama dari Tipongkok, dan penurunan permintaan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.