Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Demam Berdarah, Kades di Filipina Tawarkan Uang Tunai untuk Basmi Nyamuk

📅 Kamis, 20 Feb 2025, 15:13 WIB | Oleh:
Krisis Demam Berdarah, Kades di Filipina Tawarkan Uang Tunai untuk Basmi Nyamuk Doc: Istimewa
Ket. Seorang penduduk menunjukkan uang 9 peso yang diterimanya dari 45 jentik nyamuk yang ditangkapnya.

MANILA - Seorang kepala desa di Filipina baru-baru ini membagikan hadiah uang tunai kepada penduduk yang menangkap nyamuk dalam upaya memerangi wabah demam berdarah.

Dari The Guardian, pada peluncuran hari Rabu (20/2), penduduk desa Addition Hills di wilayah metropolitan Manila berbaris dengan gelas dan tas plastik berisi hasil tangkapan mereka sambil menunggu untuk menerima hadiah: satu peso Filipina (1,7 sen AS) untuk setiap lima nyamuk.

Panitia membagikan koin kepada peserta dan menggunakan alat pembasmi nyamuk ultraviolet untuk membunuh nyamuk hidup. Seorang warga membawa pulang sembilan peso, yang nilainya sekitar 15 sen AS, untuk 45 larva yang ia bawa pulang.

Kepala desa Carlito Cernal, mengatakan dalam sebuah posting media sosial bahwa desa tersebut telah menyelenggarakan program tersebut karena peningkatan kasus demam berdarah di daerah tersebut.

Kasus infeksi virus yang berpotensi mematikan ini terus meningkat di seluruh negeri. Departemen Kesehatan mencatat lebih dari 28.000 kasus pada bulan Januari, meningkat 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Awal minggu ini, departemen tersebut mengumumkan "peningkatan yang mengkhawatirkan" dalam kasus demam berdarah di sembilan daerah di Filipina. Kota Quezon, kota terpadat di negara itu, mengumumkan wabah demam berdarah pada hari Sabtu setelah 10 kematian sejak awal tahun.

"Namun, ada kekhawatiran program hadiah desa tersebut mungkin secara tidak sengaja menjadi bumerang, jika orang-orang mulai membiakkan nyamuk untuk meraup keuntungan," kata juru bicara departemen Albert Domingo.

Domingo mengatakan dia tidak mengutuk tindakan tersebut, tetapi menambahkan: "Jika Anda bersedia memberikan hadiah uang untuk sesuatu, mungkin kita bisa mempertimbangkan kontes kebersihan," dengan lingkungan sekitar berlomba-lomba membersihkan daerah yang tergenang air.

Proyek ini juga memicu kekhawatiran di media sosial, dengan para komentator memperingatkan potensi peternakan nyamuk untuk mendapatkan keuntungan.

 “Kita harus memastikan bahwa solusi kita berkelanjutan dan tidak memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan,” demikian bunyi salah satu komentar pada salah satu unggahan Cernal tentang inisiatif tersebut.

“Evaluasi ulang proyek ini karena menurut saya tidak efektif,” demikian bunyi komentar lainnya.

Menanggapi kritik tersebut, Cernal menekankan dalam sebuah posting Facebook bahwa ia “tidak memiliki niat buruk” dengan program tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemprov Maluku Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.