Harga di Sepuluh Pasar Masih Stabil
📅 Kamis, 20 Feb 2025, 03:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
BEKASI – Harga-harga berbagai bahan kebutuhan pokok di 10 pasar tradisional Kabupaten Bekasi dinilai masih dalam kondisi stabil menjelang puasa. “Hanya harga cabai merah yang mulai naik lagi,” jelas Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan, Helmi Yenti, di Cikarang, Rabu.
Rata-rata harga di pasar rakyat 52.000, sedangkan harga eceran tertinggi (HET)45 000 per kilogram. Dia memastikan seluruh harga bahan pokok lain masih terkendali. Contoh, beras medium dijual terendah seharga 10.000 dan tertinggi 13.000 per kilogram.
Sedangkan beras premium berkisar 12.000-15.000/kg. Gula pasir senilai 15.000-18.000/kg dan minyak goreng rakyat 17.000-18.000 per liter. Harga daging sapi dijual berkisar 110.000-145.000/kg. Terendah di Pasar Cikarang dan tertinggi di Pasar Lemah Abang serta Kedung Gede.
Di Pasar Setu, Tambun dan Babelan seharga 130.000/kg. Lalu, di Pasar Serang 135.000/kg, Pasar Cibarusah dan Tarumajaya 140.000/kg. Helmi Yenti melanjutkan, untuk harga komoditas daging ayam broiler juga terpantau masih stabil berkisar 30.000-46.000 per ekor. Telur ayam ras seharga 27.000-29.000 per kg.
Komoditas cabai rawit merah dijual per kilogram seharga 60.000 di Pasar Tambun, Lemah Abang dan Kedung Gede. Kemudian dijual 61.000/kg di Pasar Babelan, serta 65.000/kg di Pasar Serang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Seluruh harga ini merupakan harga terbaru di 10 pasar tradisional,” katanya. Helmi telah menyiapkan strategi khusus guna mengantisipasi bila terjadi lonjakan harga saat memasuki bulan puasa hingga lebaran mendatang. Salah satunya melalui intervensi pasar.
“Kalau kondisi harga bahan pokok tidak terkendali, akan dilakukan intervensi pasar,” jelasnya. Dia juga menyiapkan untuk mengadakan operasi pasar murah dengan mendatangkan pasokan dari daerah penghasil.
Sementara itu, pedagang bahan pokok di Pasar Cibarusah, Aminah (49) menyatakan tren kenaikan harga biasanya terjadi menjelang puasa hingga lebaran dalam setiap tahun. “Kalau untuk sekarang memang belum terlalu kelihatan. Bisa jadi mulai pekan depan ya. Semoga saja tidak terjadi lonjakan karena akan mempengaruhi omzet pedagang,” tandasnya. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!