Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut: Keberadaan Macan Tutul Jawa Ditemukan di Enam Bentang Alam

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 12:45 WIB | Oleh:
Kemenhut: Keberadaan Macan Tutul Jawa Ditemukan di Enam Bentang Alam Doc: antara foto
Ket. Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko

JAKARTA – Fakta menggembirakan terkait ppopulasi macan tutul Jawa terungkap. Survei populasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkolaborasi dengan Yayasan SINTAS Indonesia menemukan keberadaan mereka di enam bentang alam dari tujuh yang sudah dianalisis.

Dalam acara "Catatan Separuh Langkah Java-wide Leopard Survey" di Jakarta, Selasa (18/2), Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyampaikan pihaknya menargetkan melakukan survei di 21 bentang alam di seluruh Pulau Jawa, dan baru tujuh di antaranya telah selesai disurvei.

Kegiatan itu telah dimulai sejak Februari tahun lalu demi mengetahui jumlah pasti satwa terancam punah tersebut yang tersisa di Pulau Jawa untuk menyusun strategi konservasi.

"Strategi konservasi itu kan dasarnya kalau kita punya populasi, kita punya data habitat, lalu kita punya data ancaman, lalu kita bisa memproyeksikan kira-kira ke depan kalau business as usual seperti apa, kalau diintervensi dengan strategi seperti apa, dan strategi yang tepat itu strategi apa," kata Dirjen KSDAE Satyawan.

Sejauh ini pemasangan kamera jebak (camera trap) sudah dilakukan di 10 bentang alam, dengan tujuh di antaranya sudah dianalisis. Dari hasil analisa tersebut berhasil dideteksi populasi macan tutul Jawa sejauh ini di enam bentang alam yaitu Rawa Danau, Gunung Burangrang, Gunung Ciremai, Sindoro-Dieng, Panusupan dan Bromo Tengger-Semeru bagian selatan.

Sementara itu, kamera jebak di bentang alam Merapi-Merbabu tidak mendeteksi keberadaan macan tutul Jawa dari keseluruhan petak survei di masing-masing bentang alam.

Direktur Yayasan SINTAS Indonesia sekaligus ahli biologi Hariyo Wibisono dalam kesempatan yang sama mengatakan dari survei yang dilakukan sejauh ini belum dapat memberikan gambaran populasi yang utuh dari macan tutul jawa.

"Jadi sekarang ini baru sampai pada di mana ada, di mana tidak. Karena nanti kita mesti identifikasi dari setiap individu, dari totolnya. Ini banyak yang hitam juga ya, yang quite challenging karena hitam itu totolnya tidak terlihat," kata Hariyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.