Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Adopsi Sarang Burung Liar Diinisiasi Desa Penyangga TNWK

📅 Senin, 17 Feb 2025, 17:31 WIB | Oleh:
Program Adopsi Sarang Burung Liar Diinisiasi Desa Penyangga TNWK   Doc: (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Ket. Wisatawan sedang melakukan pengamatan burung liar di area Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.

BANDARLAMPUNG - Desa penyangga di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur menginisiasi pelaksanaan program adopsi sarang bagi burung liar ataupun dilindungi yang ada di sekitar desa guna menjaga kelestarian satwa di habitanya.

"Di sekitar Taman Nasional Way Kambas ini ada 38 desa penyangga yang ikut serta dalam pelestarian serta edukasi pelestarian satwa. Di sini ada desa yang sudah mendeklarasikan sebagai Kampung Ramah Burung," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MHD Zaidi di Lampung Timur, Senin.

Ia mengatakan desa penyangga yang telah mendeklarasikan diri sebagai Kampung Ramah Burung adalah Desa Labuhan Ratu IX.

"Saat desa sudah mendeklarasikan diri sebagai Kampung Ramah Burung, mereka menjalankan salah satu program, yaitu adopsi sarang burung, mengajak masyarakat untuk ikut serta sebagai donatur dalam pelestarian burung liar di sekitar Taman Nasional Way Kambas," katanya.

Dia menjelaskan mekanisme program adopsi sarang burung tersebut, yaitu masyarakat memberikan donasi kepada desa untuk menjaga sarang beserta telur burung yang ada di dalamnya, kemudian telur burung tersebut dijaga sampai menetas dan terbang ke habitat.

"Jadi, saat warga desa menemukan sarang burung di desanya atau di sekitar taman nasional, mereka akan menjaga sarang itu tetap di habitatnya, sampai burung dewasa dan bisa terbang. Ini seperti menjadikan masyarakat sebagai bapak asuh bagi satwa," ucap dia.

Ia mengatakan program adopsi sarang burung liar tersebut menerima biaya adopsi yang terjangkau sekitar Rp100 ribu per sarang.

"Ini sudah disebar ke media sosial dan murah untuk ikut serta program pelestarian ini. Burung liar ini banyak ditemukan di desa, karena mereka sudah merasa aman dan nyaman di sana, sebab masyarakat desa sudah paham menjaga kelestarian satwa tersebut," tambahnya.

Menurut dia, habitat burung liar yang merupakan endemik Taman Nasional Way Kambas dan burung migrasi masih tetap terjaga di desa-desa penyangga.

"Di desa, wisatawan juga bisa melakukan pengamatan burung di malam hari. Setiap desa penyangga punya potensi masing-masing dan melalui program adopsi sarang ini bisa mengajarkan bahwa semua orang dapat berkontribusi menjaga kelestarian satwa liar dan satwa dilindungi," ujar dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.