Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

70 Ribu Balita Kena ISPA Akibat Asap Karhutla, Puan: Jangan Sampai Jadi Lost Generation

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 23:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
70 Ribu Balita Kena ISPA Akibat Asap Karhutla, Puan: Jangan Sampai Jadi Lost Generation Doc: Antara
Ket. Darurat kesehatan anak mengintai di balik kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga 17 Oktober 2026, lebih dari 70 ribu balita dilaporkan menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat Karhutla yang melanda tujuh provinsi

JAKARTA - Darurat kesehatan anak mengintai di balik kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga 17 Oktober 2026, lebih dari 70 ribu balita dilaporkan menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat Karhutla yang melanda tujuh provinsi.

Data Kementerian Kesehatan mencatat total penderita ISPA di wilayah terdampak sudah tembus 311.363 kasus. Dari jumlah itu, 70.239 kasus adalah balita, dan 49.634 kasus lainnya menimpa lansia. Karhutla sendiri meluas di 65 kabupaten/kota di Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kaltim, dan Kalsel.

Ketua DPR RI Puan Maharani pun angkat suara keras. Ia meminta pemerintah menjadikan perlindungan anak sebagai komitmen nasional dalam penanganan Karhutla.

"Perlindungan anak dari kabut asap yang ditimbulkan Karhutla harus menjadi komitmen nasional," tegas Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).

Puan menilai, laporan 70 ribu balita sakit ISPA bukan sekadar angka statistik, melainkan kecemasan nyata orang tua. "Bagi orang tua, anak yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pernapasan menghadirkan kecemasan yang sangat dekat dan mendesak," katanya.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya fokus memadamkan api, tapi juga memberi kepastian keselamatan anak, mulai dari intervensi kesehatan, penyediaan alat medis yang memadai, hingga membebaskan biaya pengobatan dan memastikan layanan BPJS tanpa hambatan bagi korban Karhutla.

Puan juga mengingatkan ancaman jangka panjang. Ia menyoroti laporan 'Karhutla 2026: From Situation Analysis to Action Plan' yang dihimpun Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan sejumlah lembaga, yang mencatat Karhutla 1997 menyebabkan janin dan anak terpapar asap tumbuh 3,3 cm lebih pendek atau stunting di usia 17 tahun dan memicu 15.600 kematian bayi.

PFI mewanti-wanti potensi lost generation, hilangnya potensi satu generasi akibat penurunan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas hidup karena paparan asap sejak dini.

"Bencana yang berulang memang berpotensi menyebabkan dampak berkepanjangan terhadap anak. Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana. Mereka tidak berdaya tanpa bantuan orang dewasa," ujar Puan.

Untuk itu, Puan meminta pemerintah mendengar langsung pengalaman keluarga terdampak untuk memetakan hambatan perlindungan anak, memberikan pendampingan bagi orang tua, serta dukungan bagi tenaga kesehatan dan relawan di lapangan.

Ia juga meminta informasi yang jernih soal kondisi anak terdampak agar tidak menimbulkan kepanikan, serta komitmen pemulihan yang berkelanjutan bahkan setelah udara membaik.

"Pimpinan DPR akan menghimpun hasil pengawasan komisi-komisi terkait untuk mengawal keputusan dan dukungan dalam mengatasi bencana Karhutla. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga masa depan anak-anak," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Luar Negeri
Anthropic Rugi US$80 Miliar...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.