Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badai Siklon Tropis Zelia Hantam Pertambangan Bijih Besi Australia

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 14:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badai Siklon Tropis Zelia Hantam Pertambangan Bijih Besi Australia Doc: NYT/NESDIS via Reuters
Ket. Satelit timelapse menunjukkan Topan Tropis Zelia memperoleh kekuatan pada hari Kamis saat bergerak menuju pantai barat laut Australia.

SYDNEY - Siklon Tropis Zelia yang dahsyat menerjang pantai barat Australia yang kaya mineral pada Jumat (14/2), dengan kecepatan hembusan 290 kilometer per jam yang memicu peringatan darurat dan penutupan pelabuhan.

Siklon yang bergerak lambat itu berada pada kategori tertinggi (kategori lima) saat mendarat di sebelah timur Port Hedland, salah satu pelabuhan bijih besi tersibuk di dunia, kata Biro Meteorologi Australia.

Badai tersebut membawa hembusan angin "yang sangat merusak" dengan kecepatan 290 km/jam (180 mph) saat membawa hujan lebat dan ancaman banjir bandang serta gelombang badai, kata Matthew Collopy dari biro tersebut.

Namun mata badai tersebut melewati sebelah timur Port Hedland, sehingga terhindar dari angin kencang dan "sangat" mengurangi risiko gelombang badai di area tersebut, katanya.

Siklon tersebut sedikit melemah menjadi kategori empat saat bergerak di wilayah Pilbara.

Warga di Port Hedland, sekitar 17 jam ke utara ibu kota negara bagian Perth, mengantre untuk mendapatkan karung pasir saat siklon mendekat, sementara yang lainnya berkerumun di dalam.

Warga Bianca Katai mengatakan pernah mengalami siklon kategori lima di daerahnya sebelumnya.

"Yang ini masih sangat menakjubkan, hanya saja tenaga kasarnya yang menyertainya. Ada banyak angin dan hujan, dan Anda tidak menyadarinya sampai Anda berada di dalamnya," katanya kepada AFP.

Katai mengatakan ia berusaha keluar sebelum mencari perlindungan di rumahnya.

"Sebagian besar pohon tumbang, tetapi tidak sampai banjir. Semua pohon tumbang ke samping, tetapi jalan cukup bersih," katanya.

Pelabuhan Bijih Besi Ditutup

Layanan darurat di Australia Barat meminta warga yang berada di jalur siklon untuk berlindung di bagian terkuat di rumah mereka, karena sudah terlambat untuk meninggalkan tempat itu.

Peramal cuaca mengatakan siklon kini diperkirakan bergerak ke pedalaman melintasi daerah pertambangan dan peternakan yang jarang penduduknya.

Pantai barat laut Australia Barat merupakan wilayah yang paling rawan terkena siklon di negara ini, menurut Biro Meteorologi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
OIKN Perkuat Patroli Udara ...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.