Tingkatkan Budaya K3, PTP Nonpetikemas Gelar Awareness K3
📅 Kamis, 13 Feb 2025, 10:24 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
lJAKARTA - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta, termasuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), petugas kebersihan, dan security, yang juga menerima Alat Pelindung Diri (APD).
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Nusantara Gedung PTP Nonpetikemas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pekerja serta stakeholder akan pentingnya penerapan prosedur K3, serta kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menangani bahaya kerja.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2025 (11/2).
Dalam sambutannya, Kasie Lala KSOP Utama Tanjung Priok, Widodo, menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus meningkatkan kepedulian para pekerja di area Pelabuhan terhadap budaya K3 dan meningkatkan kompetensi mereka dalam mengikuti prosedur keselamatan di setiap kegiatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Frida Ervina S., Perwakilan HSSE Pelindo Regional Head II, menambahkan bahwa para TKBM, Petugas Kebersihan, dan Security memiliki peran yang setara dalam penerapan K3 di Pelabuhan, apabila salah satu peran ini hilang, pelabuhan akan menjadi tidak aman dan tidak sehat.
Selain itu, SM Operasi PTP Nonpetikemas, Panji Bharata, menegaskan bahwa K3 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional PTP Nonpetikemas sebagai pengelola terminal layanan pelabuhan yang penuh risiko kecelakaan kerja.
SM Sekretaris Perusahaan Fiona Sari Utami menerangkan, kegiatan safety awareness & peningkatan kompetensi K3 ini merupakan bagian dari komitmen PTP Nonpetikemas dalam menjunjung budaya keselamatan kerja dilingkungan Pelabuhan, baik untuk internal maupun eksternal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan implementasi ISO 26000, PTP Nonpetikemas mempertimbangkan berbagai faktor seperti sosial, hukum, ekonomi, serta mengikuti tujuh subjek inti ISO 26000, termasuk Praktek Ketenagakerjaan, yang menekankan perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja, terutama dalam hal keamanan dan kesehatan.
“Kami selalu mengutamakan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari implementasi TJSL, oleh karena itu, perusahaan mengintegrasikan aspek-aspek ini dalam strategi, operasional, dan keputusan bisnis yang melibatkan stakeholder, pengelolaan risiko, serta kinerja tanggung jawab sosial.”ujar Fiona.
Sebagai wujud komitmen terhadap budaya K3 di lingkungan PTP Nonpetikemas dan kelancaran operasional, acara ini ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan (DISNAKER), KSOP, TKBM, petugas kebersihan, security, dan manajemen, yang menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!