Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pontianak Dampingi Perajin Tanjak untuk Tingkatkan Kualitas

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Pontianak Dampingi Perajin Tanjak untuk Tingkatkan Kualitas Doc: ANTARA/Dedi
Ket. Penjabat Wali Kota Pontianak saat meninjau pelatihan membuat tanjak, Rabu (12/2).

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat berkomitmen memfasilitasi pengembangan produk kreatif tanjak -- penutup kepala khas Melayu terbuat dari kain -- di Kampung Tanjak agar menghasilkan produk berkualitas.

"Pemkot Pontianak berkomitmen mendampingi perajin tanjak agar meningkatkan kualitas. Komitmen itu seperti dukungan berupa pelatihan keterampilan masyarakat atau perajin. Pelatihan menjadi langkah awal untuk menciptakan produk berkualitas," ujar Penjabat Wali Kota Pontianak Edi Suryanto saat berkunjung ke Kampung Tanjak yang terletak di Siantan, Rabu.

Ia menyoroti pentingnya kreativitas dan kualitas dalam menciptakan produk. Menurutnya beberapa produk lokal seperti tanjak dan kain sampin atau songket sebagai contoh hasil karya yang memiliki potensi besar.

"Kualitas dan kreativitas produk dari Kampung Tanjak milik Pak Suherman ini sangat luar biasa. Kita harus memastikan orang luar Pontianak juga tahu bahwa produk kita bagus," katanya.

Guna memperluas pasar, Edi mengusulkan agar produk-produk lokal dipamerkan di tempat strategis seperti bandara, hotel dan lokasi lainnya. Meskipun era digital sudah berkembang, dipajang fisik tetap penting.

“Kami dari Pemerintah Kota Pontianak akan memikirkan cara terbaik untuk menampilkan produk-produk ini," jelasnya.

Terkait pemasaran ke mancanegara, Edi menyampaikan bahwa Pemkot Pontianak siap memfasilitasi produk-produk lokal untuk menembus pasar luar negeri.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah mengikuti agenda pameran di negara tetangga seperti Malaysia.

"Kami akan mendampingi masyarakat, termasuk dalam urusan administrasi ekspor, agar produk mereka bisa diterima di pasar internasional," imbuhnya.

Suherman, perajin tanjak dan kain sampin dengan label produk "Kampung Tanjak" menuturkan kegiatan pelatihan ini selain memberikan bekal keterampilan kepada peserta, juga sebagai upaya melestarikan budaya Melayu.

“Sekaligus untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui pelatihan pembuatan tanjak dan kain sampin yang telah berlangsung sejak 2020, Suherman berharap budaya Melayu dapat terus dikenal dan diapresiasi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Ini adalah bentuk dedikasi saya terhadap budaya Melayu,” ungkapnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Duka Gempa NTT Sampai ke Am...
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Polisi Gerebek Kasino di Ba...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.