Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Google Resmi Mengubah Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika Bagi Pengguna di AS

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Google Resmi Mengubah Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika Bagi Pengguna di AS Doc: ROBERTO SCHMIDT/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump menandatangani proklamasi yang mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.

WASHINGTON - Perusahaan teknologi Google secara resmi mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika di peta mereka mengikuti perubahan yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Google mengatakan di wilayah AS, mereka mengikuti Sistem Informasi Nama Geografis milik Survei Geologi AS, yang secara resmi telah mengadopsi perubahan nama oleh Trump untuk perairan yang membentang di sebagian besar pantai timur Meksiko dan AS Selatan.

Pengguna di AS sekarang melihatnya sebagai 'Teluk Amerika', sementara mereka yang di Meksiko tetap melihatnya sebagai 'Teluk Meksiko'.

Sementara untuk para pengguna di luar kedua negara tersebut akan melihat nama asli (Teluk Meksiko), dengan nama pilihan Trump (Teluk Amerika) dalam tanda kurung. Meski demikian, peta Apple mempertahankan nama asli Teluk tersebut.

Di antara serangkaian perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Trump adalah perintah untuk mengganti nama perairan yang telah dikenal sebagai Teluk Meksiko selama berabad-abad itu.

Perintah tersebut juga mengubah nama Gunung Denali di Alaska, nama yang digunakan untuk gunung yang memiliki puncak tertinggi di Amerika Utara, kembali menjadi Gunung McKinley.

Diperlakukan Tidak Adil

Presiden AS Donald Trump dalam pidato pelantikannya sudah menyampaikan tekadnya untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.

Trump mengatakan bahwa dia juga akan mengembalikan nama presiden yang hebat, William McKinley, ke Gunung McKinley, di tempat yang seharusnya berada. Sebelumnya pada 2016, nama puncak tertinggi di Amerika Utara diubah dari “Gunung McKinley” menjadi “Denali”.

Trump juga mengatakan bahwa dia akan mengambil kembali Terusan Panama dari negara Panama, karena AS menghabiskan lebih banyak uang dan kehilangan 38 ribu jiwa dalam pembangunan Terusan Panama.

“Kita diperlakukan dengan sangat buruk dari pemberian bodoh ini yang seharusnya tidak pernah dilakukan. Dan janji Panama kepada kita telah diingkari,” kata Trump.

Dia mengatakan bahwa kapal-kapal AS dikenakan biaya yang sangat mahal dan tidak diperlakukan dengan adil dalam bentuk apa pun, termasuk Angkatan Laut AS.

“Kami memberikannya kepada Panama, dan kami akan mengambilnya (Terusan Panama) kembali,” kata Trump.

Terusan Panama diberikan kepada Panama pada 31 Desember 1999. Pengalihan tersebut merupakan hasil dari Perjanjian Torrijos-Carter yang dinegosiasikan oleh Presiden Jimmy Carter dan pemimpin militer Panama, Torrijos.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.