Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendikdasmen Sebut Program MBG Prioritaskan Sekolah yang Siswanya dari Keluarga Menengah ke Bawah

📅 Senin, 10 Feb 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Wamendikdasmen Sebut Program MBG Prioritaskan Sekolah yang Siswanya dari Keluarga Menengah ke Bawah Doc: Antara

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang siswanya berasal dari keluarga menengah ke bawah atau daerah yang memiliki tingkat kerawanan pangan tinggi. Banyak sekolah di daerah perkotaan yang siswanya berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan mereka mungkin tidak membutuhkan bantuan tersebut.

1739114852_3436c6c108ef722719d5.jpeg

Foto Istimewa

“Oleh karena itu, pemerintah fokus pada sekolah-sekolah dengan siswa yang benar-benar membutuhkan. Pada akhir tahun 2025, diharapkan seluruh sekolah yang memenuhi kriteria dapat menerima program MBG,” ujar Fajar, saat meninjau program MBG, di Sorong, pekan lalu.

Dia menjelaskan, program MBG akan dilaksanakan secara bertahap dengan target seluruh sekolah yang membutuhkan dapat menikmati manfaat MBG pada akhir tahun 2025. Hal tersebut dilakukan karena ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti kesiapan infrastruktur dan sumber daya.

“Namun, yang pasti, pemerintah berkomitmen penuh agar semua anak Indonesia yang membutuhkan dapat menerima manfaat dari program ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan 71 triliun rupiah untuk MBG, dan jumlah ini akan meningkat menjadi 171 triliun rupiah pada akhir tahun 2025. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Fajar mengungkapkan, program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bagi siswa, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, MBG hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga mereka dapat belajar dengan lebih fokus dan optimal.

“Banyak anak-anak kita datang ke sekolah dalam kondisi lapar, yang tentu saja memengaruhi konsentrasi dan prestasi mereka di kelas,” katanya.

Dia menyebut, MBG berperan dalam menanamkan disiplin, kebersihan, dan kebiasaan makan yang sehat kepada siswa. Dengan adanya jadwal makan yang teratur dan pengawasan gizi, anak-anak tidak hanya mendapatkan nutrisi yang lebih baik tetapi juga belajar tentang pola makan sehat.

Sementara itu,Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir, menyebutkan bahwa program MBG merupakan suatu terobosan yang luar biasa, bahkan seharusnya dimulai sejak dahulu.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

31 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.