Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Monolog ‘Akukaluna’ Tampilkan Dilema Kaum ‘Sandwich Generation’

📅 Minggu, 09 Feb 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Monolog ‘Akukaluna’ Tampilkan Dilema Kaum ‘Sandwich Generation’ Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati

JAKARTA - Dilema besar sosok Kaluna (Yunita Siregar) sebagai anak bungsu yang menjadi tulang punggung keluarga antara memenuhi kebutuhan orang tua dan mengejar impiannya, diangkat ke dalam monolog Akukaluna yang di gelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2).

Dalam monolog ini, menghidupkan karakter Kaluna yang menggambarkan pergulatan batin dan perjalanan hidupnya.

Monolog Akukaluna, menyelami lebih dalam kisah hidup serta perjalanan emosional Kaluna, melalui perpaduan apik antara monolog, tari, dan musik.

Dalam monolog ini, menampilkan dua bagian, pertama penonton diajak mendalami perasaan emosional Kaluna menghadapi masalah-masalah yang terjadi di keluarganya terutama dalam mengatasi tekanan finansial.

"Pahalamu besar di surga katanya. Tapi rumah bagai neraka nyatanya," kata Kaluna dalam emosi yang lirih.

Puncaknya saat abangnya terlilit utang dan memohon untuk Kaluna merelakan tabungannya untuk membayarkannya, yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk meninggalkan rumah.

Hal ini membuatnya dilema harus merelakan tabungannya untuk keluarganya atau mempertaruhkan tabungan untuk impiannya.

Kemudian, pada bagian kedua menyampaikan pesan berdamai dengan diri sendiri dan keadaan, menampilkan Kaluna akhirnya memilih kembali berkumpul dengan keluarga.

Sepanjang pertunjukan, menampilkan monolog yang dibawakan Yunita Siregar dan diiringi pemain pendukung sekaligus sebagai penari latar.

Menampilkan koreografi tarian dari Kaluna dan penari menampilkan adegan-adegan yang juga diiringi beberapa lagu seperti Berakhir di Aku karya Idgitaf, yang menjadi original soundtrack dari film Home Sweet Loan dan lagu Semoga Sembuh.

Monolog ini disuguhkan oleh Galeri Indonesia Kaya, serta kolaborasi Visinema dan Jakarta Art House menghadirkan Akukaluna sebagai adaptasi panggung dari film box office Home Sweet Loan.

“Pertunjukan monolog ini merupakan perpanjangan dari film Home Sweet Loan, menghadirkan kisah Kaluna dalam format yang lebih intim dan mendalam," kata Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya mengungkapkan antusiasmenya terhadap pertunjukan ini.

Akhir pekan ini, Galeri Indonesia Kaya akan menjadi ruang bagi para penikmat seni untuk merasakan cerita emosional ini secara langsung, ujarnya.

"Kami ingin mengajak penonton menyelami isi hati serta perjalanan Kaluna sebagai seorang pejuang hidup. Dengan format live dan percampuran dengan unsur teater musikal, pertunjukan ini juga menawarkan perspektif baru terhadap karakter Kaluna dan perjalanannya," kata Renitasari Adrian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...
Daerah
Empat TPU di Kota Semarang...
Daerah
Warga Aceh Besar Menggelar ...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.