Wapres Duterte Tak akan Lepas Pencalonan sebagai Presiden
📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JAM STA ROSA
MANILA - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Jumat (7/2) mengatakan bahwa ia belum mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dan masih mempertimbangkan pencalonan presiden meskipun dia dimakzulkan secara dramatis pekan ini oleh DPR.
Dalam komentar publik pertamanya sejak pemakzulan, perempuan berusia 46 tahun itu, yang hubungannya dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr telah memburuk secara spektakuler dalam beberapa bulan terakhir, mengatakan kasus tersebut sekarang berada di tangan pengacaranya.
"Tim hukum masih mempersiapkan pembelaan dan (memutuskan) apa yang akan kami lakukan kedepannya," kata Wapres Duterte, seraya menambahkan bahwa ia belum membaca dakwaan terhadapnya dan mendesak para pendukungnya untuk percaya bahwa ia akan menang pada akhirnya.
Ketika ditanya apakah ia sudah memikirkan pengunduran dirinya, wakil presiden itu berkata: "Kami belum sampai pada titik itu,"
Usai pemungutan suara pemakzulan di DPR, Senat akan memutuskan apakah akan mencopot Sara Duterte dari jabatan. Jika terbukti bersalah dalam persidangan Senat, ia akan dilarang mencalonkan diri untuk jabatan publik di masa mendatang, sesuatu yang dapat dihindari jika ia mengundurkan diri terlebih dahulu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Duterte mengatakan potensi pencalonan presiden pada tahun 2028, jabatan yang pernah dipegang oleh ayahnya Rodrigo Duterte, tetap ada di atas meja.
"Kami sedang mempertimbangkannya dengan serius, tetapi sulit untuk memutuskan tanpa perhitungan, jadi kami harus mengetahui survei dan data, tetapi semua itu masih untuk tahun depan," kata dia.
Sebelumnya pada Rabu (5/2) lalu, Wapres Duterte dimakzulkan karena dituduh telah melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, dan kejahatan tinggi lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tuduhan yang dijabarkan dalam dokumen setebal 44 halaman itu mencakup dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, ibu negara Liza Marcos, dan ketua DPR Martin Romualdez, yang adalah sepupu Marcos.
Pada Jumat, Wapres Duterte sekali lagi menegaskan bahwa komentarnya yang diambil dari pidato penuh sumpah serapah di mana ia mengklaim dirinya sebagai subjek suatu plot pembunuhan, telah dikutip di luar konteks.
"Saya tidak melontarkan ancaman pembunuhan kepada presiden. Mereka satu-satunya yang mengatakan itu," kata Wapres Duterte.
Sehari sebelumnya, Presiden Marcos Jr mengatakan dirinya tidak memainkan peran apapun dalam proses pemakzulan Duterte.
"Ada kesan bahwa entah bagaimana saya memberi mereka (Kongres) perintah. Itu sama sekali tidak benar. Kami independen satu sama lain," kata Presiden Marcos Jr kepada wartawan.
Sementara itu Presiden Senat Filipina, Francis Escudero, mengatakan bahwa persidangan Duterte kemungkinan besar tidak akan dimulai hingga setelah pemilihan sela bulan Mei atau sebelum kongres berikutnya dimulai pada bulan Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!