Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Beras Melonjak, Filipina Mengumumkan Keadaan Darurat

📅 Rabu, 05 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Harga Beras Melonjak, Filipina Mengumumkan Keadaan Darurat Doc: AFP/Earvin Perias
Ket. Seorang petani menabur pupuk di sawah daerah Pulilan, Provinsi Bulacan, Filipina, beberapa waktu lalu.

Manila - Pemerintah Filipina resmi pada Selasa (4/2) mengumumkan status darurat pangan sebagai langkah untuk mengendalikan lonjakan harga beras yang semakin membebani masyarakat. Keputusan ini diambil setelah harga beras di pasar domestik mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran akan krisis pangan di negara tersebut.

Menteri Pertanian Filipina Francisco Tiu Laurel Jr. mengatakan bahwa langkah tersebut akan membantu pemerintah melepaskan stok cadangan beras untuk menstabilkan harga eceran.

“Deklarasi darurat ini memungkinkan kami untuk melepaskan stok cadangan beras yang dimiliki oleh Otoritas Pangan Nasional (NFA) guna menstabilkan harga dan memastikan bahwa beras, makanan pokok bagi jutaan warga Filipina, tetap dapat diakses oleh konsumen,” kata Francisco.

Seperti dikutip dari Antara, Filipina adalah salah satu importir beras terbesar di dunia. Namun, harga beras meningkat sekitar 20 persen tahun lalu.

Saat ini harga beras impor yang diperdagangkan di Ibu Kota Manila berkisar antara 38 peso/kg hingga 52 peso/kg (Rp10.652-Rp14.435). Sedangkan harga beras lokal diperdagangkan dengan harga berkisar 37 peso/kg hingga 55 peso/kg (Rp10.271-Rp15.268). 

Pihak berwenang Filipina menyatakan keadaan darurat pangan itu berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi Harga Nasional atas pengamatannya terhadap kenaikan harga meskipun ada pengurangan tarif impor beras dari 35 persen menjadi 15 persen pada Juli tahun lalu.

Undang-Undang Tarifisasi Beras membatasi NFA Filipina untuk menjual beras secara langsung kepada masyarakat, tetapi undang-undang tersebut mengizinkan menteri pertanian untuk menyatakan keadaan darurat dan melepaskan stok cadangan.

Perketat Regulasi

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan bahwa langkah darurat ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga beras, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah juga berencana untuk memperketat regulasi perdagangan, mencegah penimbunan, serta meningkatkan impor guna menambah stok beras di dalam negeri.

Sejumlah kebijakan segera diterapkan, termasuk subsidi bagi kelompok rentan, pengawasan ketat terhadap distribusi beras, serta pemberlakuan harga eceran tertinggi. Selain itu, pemerintah Filipina juga bekerja sama dengan para petani dan distributor untuk memastikan kelancaran rantai pasokan.

Situasi ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat Filipina yang mengandalkan beras sebagai makanan pokok utama. Dengan adanya status darurat pangan, pemerintah berharap dapat meredam lonjakan harga dan memastikan ketersediaan beras bagi seluruh rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

1.5 jam yang lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Daerah
Polres Blitar Perketat Peng...
Advertisement
Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.