Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilema Tukin Dosen ASN, Mengapa Tak Kunjung Dibayarkan?

📅 Selasa, 04 Feb 2025, 10:48 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dosen ASN juga menerima tunjangan profesi dosen yang besarnya sama dengan gaji pokok. Namun, untuk mendapatkan tunjangan ini, dosen harus melalui proses sertifikasi yang dapat mereka ajukan ketika sudah bekerja selama 5-6 tahun. Ini sebabnya tunjangan tersebut juga dikenal sebagai sertifikasi dosen (serdos).

Serdos juga berlaku bagi dosen yang bekerja di PT Swasta. Perolehan tunjangan tidak serta merta karena dosen harus menunggu kuota yang disediakan pemerintah, meski sudah memenuhi syarat.

4. Tunjangan kinerja

Tunjangan kinerja (tukin) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN (direvisi menjadi UU No. 20 Tahun 2023). Artinya, ASN di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sudah lama menerima tukin—sejak terbitnya UU tersebut.

Anehnya, sampai hari ini, dosen ASN Kemendiktisaintek selalu dikecualikan dan tidak pernah mendapatkan tukin. Padahal, di kementerian dan lembaga lain, tukin otomatis diberikan sejak CPNS, tanpa syarat tertentu seperti yang melekat pada tunjangan profesi.

5. Honorarium

Dosen ASN Kemendiktisaintek juga menerima honorarium tambahan, misalnya honorarium kelebihan jam mengajar, pembimbingan, dsb. Namun, komponen ini tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sifatnya tidak tetap.

6. Remunerasi

Beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) dengan status badan hukum (BH) dan badan layanan umum (BLU) memberikan remunerasi sebagai tambahan penghasilan untuk dosen. Sumbernya adalah pendapatan universitas. Uang kuliah tunggal (UKT) merupakan salah satu komponennya.

Besaran remunerasi sangat bervariasi karena bergantung pada kemampuan PTN. Ada PTN yang mampu memberikan remunerasi dengan cukup layak, misalnya Universitas Bengkulu, sedangkan beberapa lainnya tidak memberikan remunerasi sama sekali.

Paparan di atas menunjukkan bahwa sumber penghasilan dosen ASN memang beragam, tapi tidak semuanya dibayarkan dengan lancar.

Karena itu, tidak mengagetkan apabila dosen ASN Kemendiktisaintek harus memiliki 1-2 pekerjaan tambahan untuk sekedar bertahan hidup, apalagi pada sepuluh tahun pertama menjadi dosen. Ada yang merangkap bekerja sebagai guru les, sopir ojek online, bahkan joki skripsi. Beberapa malah terjerat pinjaman online.

Berawal dari kelalaian

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.